Reporter: Mokhsen Rumeu
FAKFAK Mattanews.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) kabupaten Fakfak menggelar kegiatan peningkatan kapasitas bagi pengelola proyek prioritas nasional (Pro PN).
Kegiatan itu terkait pencegahan Stunting melalui promosi pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), di hotel Grand Papua, dibuka langsung oleh Bupati Dr Mohamad Uswanas M.Si. Kamis, (22/10/2020).
Kepala DP3AP2KB Lina Surjani SH, MM, dalam mengungkapkan, dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), otak anak sangat berkembang dengan pesat.
Meskipun otak manusia akan terus berkembang dan dapat mengalami perubahan sepanjang hidup, inilah masa perkembangan paling cepat dan tidak ada tandingannya.
“Apa yang terjadi pada diri anak pada masa sensitif ini akan menjadi pondasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak pada tahapan selanjutnya, bahkan berdampak hingga dewasa,” ujarnya.
Menurut Lina, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas) 2018 yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) menunjukan bahwa 30.8% anak Indonesia mengalami Stunting.
“Meskipun sudah terjadi penurunan persentase dari sebelumnya yang mencapai 37,2% pada tahun 2013,” jelasnya.
“Namun angka ini masih diatas batasan yang diberikan oleh World Health Organizational (WHO) yaitu 20%,” sambung Lina.
“Jadi, 1 dari 3 anak Indonesia mengalami stunting, sehingga upaya untuk mencegah stunting perlu terus dilakukan,” jelasnya lagi.

Selain itu kata Lina, keluarga sebagai lingkup pertama dan utama bagi anak memiliki peranan yang sangat besar dalam pencegahan dan penurunan angka Stunting.
Dan tidak bisa hanya bergantung pada praktisi serta tenaga profesional di bidang kesehatan, sehingga promosi pengasuhan 1000 HPK anak, pelayanan keluarga berencana dalam rangka menjaga jarak kelahiran agar ibu dapat mengasuh bayinya dengan tepat dan benar menjadi solusi dalam pencegahan Stunting.
Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman bagi peserta terkait promosi pengasuhan 1000 HPK, dengan benar dalam pencegahan Stunting.
Selain itu peserta dapat mengedukasikan promosi pengasuhan 1000 HPK kepada keluarga yang lain, dan juga memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan serta dapat meningkatkan kualitas pengelolaan dan pelayanan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK/R)
“Semoga dengan kegiatan ini diharapkan dapat membantu para pengelola, orang tua dan pengasuh dalam keluarga untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak menjadi anak yang berkualitas pada periode emas,” tutupnya.
Hadir pula dalam kegiatan itu, Asisten II administrasi umum Setda, Kepala Dinas Kesehatan, Plt Kepala Bappeda, Kepala Distrik, Puskesmas dan peserta kegiatan dari 17 kampung Keluarga Berencana (KB), yang tersebar di 5 Distrik, yakni Distrik Fakfak Timur Tengah, Fakfak Tengah, Distrik Fakfak, Distrik Pariwari dan Distrik Fakfak Barat.
Editor: Fly














