BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

CFD Sidoarjo Dievaluasi, Pedagang Diminta Ikut Jaga Ruang Publik bukan hanya Kepentingan Bisnis Semata

×

CFD Sidoarjo Dievaluasi, Pedagang Diminta Ikut Jaga Ruang Publik bukan hanya Kepentingan Bisnis Semata

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengevaluasi pelaksanaan Car Free Day (CFD) di kawasan Alun-Alun Sidoarjo. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kegiatan yang menjadi ruang publik bagi masyarakat dan pelaku UMKM tersebut tetap tertib, nyaman, serta tidak menimbulkan beban berlebihan terhadap lingkungan dan fasilitas umum.

Bupati Sidoarjo Subandi meminta pengelolaan CFD dilakukan secara proporsional, termasuk dalam penataan pedagang dan kebersihan kawasan. Menurutnya, CFD bukan ruang yang dibangun untuk kepentingan bisnis semata, melainkan fasilitas publik yang harus dapat dinikmati masyarakat.

“Kita ingin masyarakat bisa menikmati ruang publik, sementara pedagang juga bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan,” kata Subandi dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan CFD bagi UMKM di Opsroom Sekretariat Daerah Kabupaten Sidoarjo, Kamis (1/10/2026) lalu.

Dalam evaluasi tersebut, Pemkab Sidoarjo juga menyoroti tingginya aktivitas masyarakat dan pedagang yang berdampak pada kebersihan serta kondisi fasilitas umum. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo Arif Mulyono menyebut jumlah pengunjung CFD dapat mencapai sekitar 18.030 orang.

Sementara itu, petugas kebersihan yang disiagakan hanya 44 orang yang tersebar di 20 titik kawasan alun-alun dan 24 titik di area sekitarnya. DLHK juga menyiapkan empat unit dump truck untuk mendukung penanganan sampah setiap pelaksanaan CFD.

“Pengelolaan CFD tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Pedagang dan masyarakat yang menggunakan ruang publik juga perlu ikut menjaga kebersihan,” ujar Arif.

Selain sampah, penggunaan fasilitas umum menjadi perhatian. Berdasarkan hasil evaluasi, kerusakan fasilitas umum selama pelaksanaan CFD mencapai sekitar Rp36,6 juta. Kerusakan tersebut antara lain terjadi pada median Jalan Ahmad Yani senilai Rp28,5 juta dan median Jalan Gubernur Suryo sekitar Rp8,1 juta.

Arif juga mendorong adanya pembatasan dan penataan jumlah pedagang. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi kepadatan sekaligus mencegah kerusakan fasilitas umum, termasuk tanaman dan median jalan.

“Saat ini kami pasang police line untuk median jalan yang ada. Saya minta bantuan Pak Kadis Koperasi dan UMKM agar pedagang dibuatkan karcis untuk batasan,” ucapnya.

Sementara itu, terkait pungutan pedagang, Bupati Subandi meminta nilainya diturunkan dari Rp 15000 menjadi Rp5000 setiap pedagang. Usulan tersebut diarahkan sebesar Rp2000 untuk paguyuban dan Rp3000 untuk mendukung pengelolaan sampah di kawasan CFD.

“Car Free Day ini berdiri bukan untuk kepentingan bisnis,” pungkas Subandi.

Penulis: Sulis Setiyo Wati