EKONOMI & BISNIS

Dampak Wabah Covid-19, Ekonomi Masyarakat di Banyuasin Kian Terpuruk

×

Dampak Wabah Covid-19, Ekonomi Masyarakat di Banyuasin Kian Terpuruk

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co – Penyebaran Virus Corona (Covid-19) di Indonesia memporakprorandakan sendi sendi kehidupan di dunia dan di Indonesia, bahkan sampai ke pelosok pedesaan.

Demi menyelamatkan masyarakat akan terpapa nya pandemi mematikan ini pemerintah telah mengambil langkah pelarangan keluar berkumpul.

Buntut dari situasi itu semua sektor ekonomi, kantor pemerintah bekerja dari rumah, perusahaan sudah merumahkan karyawan hingga Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar besaran.

Maka sebutan masyarakat miskin baru pun digunakan bagi korban ekonomi implikasi dari Covid 19 ini.

Di desa Lubuk Lancang, Suak Tapeh Banyuasin misalnya.

Warga masyarakat yang menggantungkan hidup pada layanan jasa ojek dan berdagang di warung kecil menjual kopi dan nasi uduk mengeluh dengan keadaan yang sekarang ini.

Munculnya isu Virus Corona dari hari ke hari sangat berdampak pada pendapatan omset penjualan.

“Bagaimana tidak setip harinya omset menurun, tidak seperti sebelum ada virus Corona ini, ngojek tidak ada orang yang mau diojeki, sejak sekolah diliburkan semua sepi, ” ujar Yuhaidir, warga Banyuasin, Selasa (7/4/2020).

“Belum lagi warga yang biasa menyadap karet sudah mulai lesu dengan harga yang tak pantas lagi, warung makan pun kena imbasnya dikarenakan minat orang keluar rumah untuk makan makan disini tidak ada lagi, “ungkapnya.

Salah seorang ojek pangkalan di simpang Pulau Rimau, Samsul (35) menuturkan, merebaknya virus carona ini hingga adanya himbauan tidak boleh keluar rumah menbuat dirinya sepi penumpang.

“Kami penyedia layanan ojek pangkalan sepi dari penumpang, tolong kami tukang ojek diperhatikan. Bagaimana kami mau menghidupi keluarga kami kalau keadaannya seperti ini,” ucapnya.

Dia pun kebingungan untuk mencari uang untuk makan sehari-hari, karena usaha ojek pangkalannya sepi saat wabah Covid-19.

Sama halnya dirasakan Airon Lingga, pemilik udaha rumah makan di Simpang Pulau RU Lubuk Lancang.

“Ini tahun yang sangat susah bagi kami. Usaha dagangan kami makin lama makin terpuruk. Kami hanya berharap dari pemerintah, memperhatikan keadaan kami,” katanya.

Dia pun berharap semoga wabah Covid-19 segera berlalu, sehingga usahanya bisa bangkit dan memulihkan perekonomiannya.

Editor : Nefri