MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Sebagai Bintara Pembina Desa (Babinsa), Serma Supriyanto salah satu Prajurit Koramil 1201-01/Jongkat, Kodim 1201/Mempawah kerap kali mendampingi masyarakat binaannya di Kecamatan Segedong, Selasa (14/5/2024).
Dirinya terlihat sibuk mengatur ibu-ibu dan menenangkan anak-anak yang menangis sambil menunggu giliran pelayanan Pos yandu Nusa indah, di Parit Lintang Bujur, Desa Peniti Besar, Kecamatan Segedong, Kabupaten Mempawah.
Ia berkomitmen dengan segala kemampuan dan tenaga untuk bekerja secara ikhlas, jujur dan tanpa pamrih demi NKRI tercinta, agar bisa melayani masyarakat dalam rangka mendukung pelaksanaan “Program Bangga Kencana” dan “Percepatan Penurunan Stunting”
Karena kegigihannya dalam melayani masyarakat, sehingga di Aula Hotel Bidakara, Jakarta, Serma Supriyanto di dampingi oleh Kasiter Kasrem 121/Abw dan Kasdim 1201/Mph, di undang oleh BKKBN RI untuk menerima Penghargaan sebagai Babinsa Terbaik se-kalimantan Barat berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan oleh Tim Penilai dari Perwakilan BKKBN Provinsi Kalbar dan Korem 121/Abw.
Pemberian penghargaan tingkat Nasional ini diberikan oleh Kepala BKKBN RI Dr (HC), Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) dan Waaster Kasad Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M. atas prestasinya dalam mendukung pelaksanaan “Program Bangga Kencana” dan “Percepatan Penurunan Stunting” di desa binaannya.
Sementara itu, Letkol Inf Benu Supriyantoko, S.H., selaku Dandim 1201/Mempawah turut bangga atas prestasi yang diraih oleh Serma Supriyanto dan berterima kasih kepada BKKBN RI serta Pemda Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat atas Kerja samanya secara Integratif, Holistik, Masif, Komprehensif dan Transparan sehingga salah satu prajurit Kodim 1201/Mph dapat meraih predikat Terbaik kategori Program Kesehatan Bangga Kencana.
“Semoga penghargaan ini dapat memberi motivasi kepada seluruh prajurit Kodim 1201/Mph khususnya para Babinsa agar lebih giat, tulus dan ikhlas dalam mengabdikan diri kepada NKRI tercinta melalui pelayanan kepada masyarakat di desa binaan masing-masing, saya juga minta maaf yang rencana awal turut hadir mendampingi Serma Supriyanto, namun karena ada tugas yang tidak bisa diwakilkan, sehingga dalam pendampingan acara penyerahan penghargaan Babinsa terbaik tersebut saya wakilkan ke Kasdim 1201/Mph ” demikian ujar Dandim 1201/Mph.
Acara Rakornis “Kick Off Bakti TNI manunggal bangsa kencana kesehatan dan percepatan penurunan stunting Thn. 2024” di pimpin oleh Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Budhy Setiawan dan di ikuti oleh, Waaster Panglima TNI, Waaster Kasad, Kepala BKKBN RI, kepala Perwakilan BKKBN Provinsi se-Indonesia, Deputi KSPK, Deputi KBKR, Deputi APDPIN, Deputi II BAZNAS, Direktur Utama PT Cipta Medika Komunika Teknologi, Ketua Umum Paguyuban Putra Putri Nusantara, Kepala LAN RI, Presiden PT Cipta Medika Komunika Teknologi, Ketua STIKES Bhakti Pertiwi Indonesia, Ketua PERKADIS, Kasiter Kasrem 121/Abw, Pabandya Bakti TNI Sterdam XII/Tpr, Kasdim 1201/Mph.
Perlu diketahui bersama, Berdasarkan Global Nutrition Report 2016 mencatat bahwa prevalensi stunting di Indonesia berada pada peringkat 108 dari 132 negara. Dalam laporan sebelumnya, Indonesia tercatat sebagai salah satu dari 17 negara yang mengalami beban ganda gizi, baik kelebihan maupun kekurangan gizi, Maluku.
Di kawasan Asia Tenggara, prevalensi stunting di Indonesia merupakan tertinggi kedua, setelah Kamboja. Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
Kementerian Kesehatan mengumumkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) pada Rapat Kerja Nasional BKKBN pada Rabu (25/1), di mana prevalensi stunting di Indonesia turun dari 24,4% di tahun 2021 menjadi 21,6% di 2022. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemkes), prevalensi stunting tahun 2023 sebanyak 21,5 %. Itu berarti, sekitar satu dari lima balita di Indonesia mengalami tengkes (gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat gizi buruk).
Presiden RI Joko Widodo mengatakan dalam forum tersebut, stunting bukan hanya urusan tinggi badan tetapi yang paling berbahaya adalah rendahnya kemampuan anak untuk belajar, keterbelakangan mental, dan yang ketiga munculnya penyakit-penyakit kronis. Oleh sebab itu, target di tahun 2024 harus bisa mencapai 14% sehingga diharapkan dapat mengurangi stunting di Indonesia.
Dari dasar tersebut di atas, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memerintahkan ke seluruh jajaran Angkatan Darat agar membantu program pemerintah untuk mencegah stunting melalui pemantauan sejak dini kesehatan ibu hamil dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun (Balita).














