MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Dalam keterangannya, Dansatgas Letkol Inf Benu Supriyantoko menyatakan optimisme bahwa program bibit kelinci akan berdampak besar terhadap peningkatan ekonomi rumah tangga warga.
Ia menyebutkan, program ini dirancang untuk jangka panjang dengan mengedepankan prinsip berkelanjutan.
“Kami yakin program ini akan berkembang. Ini bukan hanya pemberian bibit semata, tapi awal dari budaya beternak yang akan kami pantau bersama,” katanya.
Dansatgas mengaku telah menggandeng penyuluh peternakan dari instansi terkait untuk mendampingi warga dalam prosesnya.
Langkah ini menurutnya sejalan dengan semangat TMMD yang mengintegrasikan pembangunan fisik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan semacam ini juga menjadi sarana membangun kedekatan emosional antara prajurit dan warga.
Dengan distribusi bibit kelinci yang merata, Dansatgas berharap setiap RT atau kelompok warga memiliki minimal satu unit beternak. Hal ini dapat dikembangkan menjadi koperasi kecil atau usaha kelompok.
Optimisme Dansatgas tak lepas dari respons positif warga dan komitmen lintas sektor yang terlibat. Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam mengembangkan potensi desa.
*Bibit Kelinci, Harapan Baru Kami, Warga Desa Sambut Bantuan TMMD dengan Sukacita
Senyum lebar terpancar dari wajah Pak Juanda Zakaria, salah satu warga Dusun Nikmat, Desa Sungai Purun Kecil, usai menerima sepasang bibit kelinci unggul dari Satgas TMMD Ke-124.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Dansatgas Letkol Inf Benu Supriyantoko sebagai bagian dari program ketahanan pangan di desa.
“Saya tidak menyangka bisa mendapat bantuan seperti ini. Kelinci memang belum umum dipelihara di kampung kami, tapi saya yakin ini bisa jadi usaha baru,” ujar Pak Juanda sambil menunjukkan kandang sederhana yang baru saja ia bangun bersama anak-anaknya.
Ia mengaku, sejak beberapa tahun terakhir penghasilannya dari berkebun tidak menentu akibat cuaca yang tidak bersahabat sebelum adanya program optimasi lahan waktu itu. Dengan adanya bibit kelinci ini, ia melihat peluang baru untuk membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga.
“Selain buat makan sendiri, kalau berhasil berkembang biak, kami bisa jual. Lumayan buat tambahan beli beras atau kebutuhan sekolah anak,” tambahnya.
Menurut Pak Juanda, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membangun infrastruktur seperti jalan atau rumah layak huni, tetapi juga menanamkan semangat usaha kepada warga.
“Mereka betul-betul peduli. Tidak hanya bangun jalan, tapi juga bangun semangat dan ekonomi kami,” katanya penuh haru.https://ojs.njhsciences.com/
Ia berharap program ini terus berlanjut dan mendapat pendampingan dari pihak terkait. “Kami warga butuh bimbingan juga. Tapi dengan semangat dan bantuan awal ini, kami siap belajar,” ucapnya.
Bagi Pak Juanda dan warga lain, sepasang kelinci itu bukan sekadar hewan ternak—tetapi simbol harapan dan awal menuju kehidupan yang lebih baik.
*Babinsa Di lokasi TMMD Ke-124 Bangga Dapat Mendampingi Dansatgas Berikan Bibit Kelinci Kepada Warga
Praka Edy Junaidi, Babinsa Desa Sungai Purun Kecil, mengaku bangga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan warga melalui TMMD Ke-124. Ia turut mendampingi proses pendistribusian bibit kelinci dan memberikan arahan teknis dasar tentang pemeliharaan.
“Banyak warga di sini belum pernah beternak kelinci. Kami bantu dari nol, mulai dari pembuatan kandang sederhana hingga pemberian pakan,” katanya.
Ia menilai potensi beternak kelinci cukup menjanjikan karena dagingnya disukai banyak orang dan dapat menjadi alternatif pemenuhan protein.
Praka Edy juga menambahkan bahwa selain hasil konsumsi, bulu dan kotoran kelinci pun bisa dimanfaatkan.
“Kami arahkan agar warga tidak hanya beternak untuk makan sendiri, tetapi juga untuk peluang usaha,” ujarnya.
Ia menilai, kegiatan semacam ini membuat warga merasa dihargai dan dilibatkan secara aktif dalam program TMMD. Menurutnya, kebersamaan adalah kunci sukses semua program TMMD di lapangan.
Kehadiran bibit kelinci telah menumbuhkan semangat baru bagi warga.
*Harapan Dansatgas : Dari Seekor Kelinci, Tumbuh Mandiri dan Sejahtera
Pemberian bibit kelinci unggul oleh Dan Satgas TMMD Ke-124 menyimpan harapan besar Letkol Inf Benu Supriyantoko.
Ia melihat program ini sebagai benih kemandirian warga dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Bayangkan jika satu keluarga bisa mengembangkan lima ekor kelinci menjadi puluhan ekor dalam setahun. Ini artinya warga punya pilihan penghasilan tambahan tanpa meninggalkan ladang atau kebun mereka,” jelas Dansatgas.
Program ini pun menjadi inspirasi bagi warga lainnya untuk tidak hanya bergantung pada satu sumber pendapatan.
Dirinya berharap melalui pemberdayaan seperti ini, warga desa bisa lebih tangguh secara ekonomi.
Selain itu, Dansatgas juga menyebut pentingnya peran generasi muda.
“Anak-anak muda di sini bisa melihat bahwa usaha kecil seperti ini bisa berdampak besar kalau ditekuni,” katanya.
Bibit kelinci ini bukan hanya soal ternak, melainkan simbol kebersamaan dan harapan untuk kehidupan desa yang lebih baik. Satgas TMMD Ke-124 berkomitmen mengawal prosesnya hingga benar-benar memberi dampak bagi warga.














