MATTANEWS.CO, SIDOARJO – Perumda Delta Tirta Sidoarjo mencatat capaian kinerja positif sepanjang 2021 hingga 2025. Perusahaan daerah penyedia layanan air bersih itu berhasil meningkatkan laba perusahaan, memperbesar kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memperluas cakupan layanan air minum bagi masyarakat Kabupaten Sidoarjo.
Berdasarkan data perusahaan, laba Perumda Delta Tirta mengalami kenaikan signifikan dalam empat tahun terakhir. Pada 2021 laba tercatat sebesar Rp 15,19 miliar, kemudian meningkat menjadi Rp 28,05 miliar pada 2022. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2023 dengan capaian Rp 43,27 miliar dan kembali naik menjadi Rp 46,64 miliar pada 2024.
Sementara pada 2025, laba perusahaan tercatat sebesar Rp 35,72 miliar. Meski mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut tetap melampaui target awal rencana bisnis perusahaan. Penurunan laba disebut dipengaruhi batalnya program hibah pemerintah pusat melalui Inpres 10.000 Sambungan Rumah (SR) akibat keterbatasan anggaran nasional.
Direktur Utama Dwi Hary Soeryadi mengatakan capaian tersebut merupakan hasil penguatan sistem operasional dan transformasi pelayanan yang dilakukan perusahaan secara bertahap selama lima tahun terakhir.
“Selama lima tahun terakhir, kami terus melakukan peningkatan kualitas pelayanan air bersih kepada masyarakat sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan daerah. Fokus kami tidak hanya pada pertumbuhan perusahaan, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh akses air minum yang aman dan berkelanjutan,” ujar Dwi Hary di sela aktivitasnya Sabtu (23/5/2026).
Kinerja perusahaan yang terus tumbuh juga berdampak langsung terhadap peningkatan setoran PAD Kabupaten Sidoarjo. Pada 2025, kontribusi PAD dari Perumda Delta Tirta mencapai Rp 18,74 miliar atau menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah perusahaan daerah tersebut berdiri.
Selain kinerja keuangan, sektor operasional juga menunjukkan perkembangan positif. Pemanfaatan air Umbulan pada 2025 mencapai 1.108 liter per detik, melampaui target yang ditetapkan sebesar 1.080 liter per detik. Peningkatan serapan air Umbulan dinilai berdampak terhadap kualitas layanan air bersih yang diterima pelanggan.
“Serapan air Umbulan yang meningkat membuat kualitas air yang diterima pelanggan semakin baik. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kepuasan masyarakat,” kata Dwi Hary.
Jumlah pelanggan Perumda Delta Tirta juga terus mengalami peningkatan. Pada 2021 tercatat sekitar 191 ribu sambungan rumah, sedangkan pada 2025 meningkat menjadi lebih dari 228 ribu pelanggan. Kenaikan tersebut turut mendongkrak cakupan layanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo dari 25,33 persen pada 2021 menjadi 33,46 persen pada 2025.
Untuk mendukung target layanan air bersih yang lebih luas, Perumda Delta Tirta telah menyiapkan peta jalan menuju cakupan layanan 100 persen. Sejumlah proyek strategis disiapkan melalui pengembangan kapasitas produksi di wilayah Krian, Waru, Lengkong, Kalimati, hingga Tawangsari.
Melalui pengembangan tersebut, jumlah pelanggan diproyeksikan meningkat hingga lebih dari 790 ribu sambungan rumah pada 2042. Tingkat pelayanan air bersih di Kabupaten Sidoarjo juga ditargetkan mendekati 100 persen secara bertahap.
“Ke depan kami akan terus memperluas jaringan distribusi dan meningkatkan kualitas pelayanan agar kebutuhan masyarakat terhadap akses air bersih dapat terpenuhi secara merata,” pungkasnya.















