BERITA TERKINI

Desa Jabalsari Jadi Sorotan Nasional, Bupati Tulungagung: Angka Stunting Turun Drastis dari 29,62% Jadi 13,70%

×

Desa Jabalsari Jadi Sorotan Nasional, Bupati Tulungagung: Angka Stunting Turun Drastis dari 29,62% Jadi 13,70%

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Perjuangan panjang Kabupaten Tulungagung dalam menurunkan angka stunting akhirnya menuai hasil gemilang. Dari prevalensi 29,62% pada 2018, kini turun drastis hingga menyentuh 13,70% pada 2024.

Bahkan, Desa Jabalsari Kecamatan Sumbergempol sukses mencatat capaian luar biasa: angka stunting di desa tersebut merosot tajam dari 6,29% pada 2022 menjadi hanya 1,59% di tahun 2024.

Capaian itu membuat Desa Jabalsari menjadi wakil Jawa Timur dalam Penilaian Lapang Desa Berkinerja Baik dalam Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Nasional 2025.

Acara prestisius tersebut digelar di pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (21/8/2025) pagi, dan dihadiri langsung Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E., M.E.. dan Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, S.M.

“Stunting bukan sekadar angka, melainkan masa depan anak-anak kita. Keberhasilan Desa Jabalsari adalah bukti bahwa gotong royong dan inovasi lokal mampu mengubah masa depan generasi,” tegas Bupati Gatut Sunu kerap disapa dalam sambutannya, Kamis (21/8/2025).

Peraturan, Anggaran, dan Inovasi Lokal Jadi Kunci

Orang nomor satu Pemkab Tulungagung menambahkan bahwasanya capaian tersebut tidak lepas dari komitmen regulasi dan dukungan anggaran besar yang dikucurkan Pemkab Tulungagung. Sejak 2019, pemerintah daerah telah melahirkan regulasi khusus percepatan pencegahan stunting, termasuk Peraturan Bupati Nomor 52 Tahun 2019 dan 2020, serta kini tengah memproses Perda Pencegahan dan Penanggulangan Stunting.

Dari sisi pendanaan, sambung Gatut Sunu, pada 2025 Pemkab Tulungagung mengalokasikan Rp105,9 miliar untuk intervensi stunting, baik langsung maupun tidak langsung. Sementara khusus Desa Jabalsari, pada 2024 lalu digelontorkan Rp667 juta guna mendukung program inovatif desa.

“Sejumlah inovasi lokal menjadi motor penggerak penurunan stunting, di antaranya program Ratu Valentinasari, Semangka Madusari, hingga Gedar Resti yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, termasuk peran CSR dari pengusaha lokal,” tambahnya.

Harapan Jadi Inspirasi Nasional

Lebih lanjut, Bupati Gatut Sunu menegaskan, kolaborasi Desa Jabalsari harus menjadi teladan nasional. “Kita berharap Desa Jabalsari bisa meraih predikat terbaik tingkat nasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia menuju zero stunting,” terangnya.

“Kehadiran tim penilai nasional disebutnya sebagai momentum penting, tidak hanya bagi Desa Jabalsari, tetapi juga bagi Kabupaten Tulungagung dalam menunjukkan komitmen membangun SDM unggul sejak dini,” pungkasnya.