Diancam Saat Konfirmasi, Wakil Ketua Dewan Pers : Hubungan Pejabat Publik dengan Wartawan Harus Baik

  • Whatsapp
Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun
Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Perlakuan tidak mengenakan lantaran diancam akan dipukul saat konfirmasi, dialami salah satu wartawan yang bekerja di salah satu media di Ciamis. Wartawan tersebut ialah Heru Pramono yang melaksanakan aktivitas jurnalistik berupa upaya menempuh konformasi di Cafe Kitri di Jalan Mr Iwa Kusuma Sumantri pada Selasa, (6/4/2021) sekira Pukul 13.30 WIB.

Dirinya yang tengah mengkonfirmasi Ketua DPRD Ciamis Nanang Permana pasca menghubungi lewat sambungan selluler berniat menanyakan hasil keputusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Ciamis, yang tengah menangani permasalahan Agus Rohimat salah satu anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, yang meminta sejumlah uang ke salah satu pejabat Puskesmas di Ciamis yang tak jelas ujungnya dan sempat viral di berbagai media, bahwa menurut para pakar dan pengamat dari akademisi, BK diduga tidak menjalankan wewenang sesuai dengan tartib BK DPRD.

Bacaan Lainnya

Heru menyayangkan sikap arogansi dari Ketua DPRD yang malah memarahinya dan bahkan akan mengancam akan melakukan kekerasan berupa pukulan. Menurutnya, perlakuan tersebut sudah merupakan kekerasan verbal terhadap wartawan.

“Sebenernya aku pribadi saat tiba – tiba Pak Ketua DPRD Ciamis Pak Nanang Permana marah – marah ke aku, Jujur aku tidak paham. Karena proses jalannya konfirmasi dari awal sangat enak dan mengalir,” ungkap Heru kepada wartawan online ini pada Kamis, (8/4/2021) di Jalan Rta Sunarya Nomor 4 Kalapa Jajar Ciamis.

Ia mengherankan sikap Nanang tersebut yang bisa timbul kemarahan hingga mengancam. Padahal dari rekaman sebelumnya terkait wawancara tak ada satupun perkataan dirinya yang memantik atau menyulut amarah.

“Tidak ada memantik marah buat Pak Ketua DPRD selama konformasi, dan itu mengalir enjoy. Tanyakan saja sama para saksi yang ada di sekitar, seperti halnya Pak Trian anggota DPRD Ciamis dari Golkar, Andang Irpan dari PBB, Pak Yogi dari Fraksi sama Ketua DPRD sama Pak Asep Davi mantan anggota DPRD Ciamis dari Fraksi PDI P juga dan masih banyak lagi saksi yang tahu ketika Pak Ketua DPRD di konfirmasi santai awalnya hingga akan berakhir konfirmasi, yang jelas sampai saat ini pun, aku tidak tahu apa penyebabnya, coba tanyakan ke Pak Ketua DPRD,” bebernya.

Heru menambahkan, sisi arogansi lainnya yang terlontar dari Nanang selain hal pengancaman adalah pernyataan sikap dirinya yang seolah merendahkan martabat wartawan. Hal demikian saat dirinya mengatakan bahwa Wartawan yang mengangkat berita tentang pungli terkait Agus Rohimat, dinyatakan Nanang bukan seorang Jurnalis atau Wartawan, melainkan seorang bloger. Lantaran menurutnya berita tersebut medianya belum terverifikasi Dewan Pers dan Wartawannya belum UKW.

“Dia malah akan melaporkan media-media yang menayangkan berita terkait pungli. Padahal berita tersebut sudah ramai diberitakan beberapa media dengan sudah sangat sesuai dengan kaidah jurnalistik serta keberimbangan berita sudah layak tayang dan bahkan, saksi-saksi dari pungli itu sendiri siap memberikan kesaksian,” tandasnya.

Di tempat terpisah Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun saat dihubungi oleh salah satu wartawan Ciamis melalui sambungan watsapp Rabu, (7/4/2021) mengatakan bahwa pejabat publik harus mengerti dan faham soal kedudukan pers di masyarakat.

“Suruh baca UU Pers Nomor 40 tahun 1999 agar paham,” ujarnya.

Dijelaskan ia, setiap insan pers mempunyai hak dalam hal mengumpulkan, dan mencari informasi untuk bahan berita. Wartawan dituntut untuk konfirmasi sebagai bukti dalam hal mengedepankan aspek hak untuk didengar pernyataannya agar karya jurnalistik memenuhi kaidahnya dengan berita yang faktual dan berimbang.

“Pejabat publik apabila tidak ingin menjawab silakan saja, tetapi harus secara patut. Wartawan bekerja dilindungi Undang – Undang dan untuk memberi informasi ke publik,” jelasnya.

Ia berharap ke depan hubungan pejabat publik dan wartawan lebih baik dan saling memahami tugas masing-masing.

Disinggung benar tidaknya bahwa Media yang tidak terverifikasi Dewan Pers dan Wartawannya belum UKW, Hendy mengatakan tidak relevan. Sejauh berbadan hukum, pers atau media sudah bisa bekerja.

Sementara hingga berita ini ditayangkan, Ketua DPRD Nanang Permana belum sempat dikonfirmasi. Upaya konfirmasi sudah dilakukan dengan menghubungi melalui pesan singkat watsapp, dan menghubungi Yogi Permadi anggota Fraksi PDIP agar difasilitasi untuk memberikan keterangan. Demi keberimbangan berita, wartawan online ini akan segera mungkin melaksanakan konfirmasi.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait