Reporter : Zulfi
ACEH TAMIANG, Mattanews.co – Beberapa hari lalu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh melalui Sekretaris Daerah (Sekda) telah mengeluarkan kebijakan untuk menunda penugasan Aparatur Sipil Negara (AS) keluar daerah. Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona yang semakin mengkhawatirkan. Pemprov Aceh juga meliburkan sekolah hingga dua pekan kedepan.
Berbeda dengan Kabupaten Aceh Tamiang, walau virus corona sudah mewabah di berbagai belahan dunia, ratusan Datok Penghulu (Kepala Desa) yang berasal dari Kecamatan Manyak Payed, Karang Baru, Sekerak, Tenggulun dan Kota Kualasimpang malah pergi berangkat ke Bandung, Jawa Barat.
Keberangkatan para Datok Penghulu ini, guna mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Kota Kembang, pada hari Senin (16/3/2020). Bimtek tersebut membahas tentang BUMK, Keuangan dan Pariwisata.
Jumlah peserta Bimtek yang berangkat mencapai ratusan orang. Dengan rincian Kecamatan Manyak Payed 75 orang, Kota Kulasimpang 12 orang, Karang Baru 63 orang, Tenggulun 11 orang dan kecamatan Sekerak sekitar 29 orang.
Selain pelaksanaan Bimtek, yang dilaksanakanan saat Virus Corona sedang mewabah, Bimtek tersebut juga menelan biaya miliaran rupiah.
Besarnya anggaran Bimtek itu karena setiap Datok Penghulu dikenakan biaya sebesar Rp10 Juta. Jika satu kampung, rata-rata membawa dua orang, maka biaya yang dikeluarkan untuk tahap kedua ini, mencapai Rp1,9 miliar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Mix Donal mengatakan, edaran Sekda Aceh tentang larangan pelaksanaan Bimtek itu baru keluar pada Senin (16/3/2020) kemarin. Sedangakan kegiatan Bimtek tahap kedua ini, sudah jauh-jauh hari dipersiapkan.
“Bimtek tahap kedua ini, tidak mungkin dibatalkan karena para datok sudah memesan tiket pesawat dan hotel melalui pihak pelaksana. Untuk tahap ketiga yang kita pending,” ujarnya, Selasa (17/3/2020).
Mix Donall menjelaskan, bimtek yang dilaksanakan saat ini merupakan tahap kedua. Yang diikuti para datok penghulu dan perwakilan kecamatan dari Manyak Payed, Karang Baru, Sekerak, Tenggulun dan Kecamatan Kota Kualasimpang.
“Untuk bimtek tahap pertama berasal dari kecamatan Seruway, Banda Mulia dan Kejuruan Muda. Para peserta dari bimtek tahap pertama sudah kembali ke Aceh Tamiang,” ujarnya.
Seperti diketahui, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah merilis sebanyak tujuh orang warga Jabar dinyatakan positif terjangkit virus corona, satu diantaranya telah meninggal dunia.
Editor : Nefri














