MATTANEWS.CO, TANAH DATAR – Dalam upaya mengurai kemacetan di Kota Batusangkar, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tanah Datar mulai mempersiapkan tahap pra sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para pedagang yang memanfaatkan bahu jalan.
Kepala Dinas Perhubungan Tanah Datar, Syofian AZ, menyampaikan hal tersebut saat ditemui di ruang kerjanya di Terminal Dobok, Rabu (8/4/2026). Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari implementasi aturan yang berlaku, termasuk undang-undang serta peraturan bupati terkait ketertiban lalu lintas.
“Pra sosialisasi ini kami lakukan sebagai langkah awal untuk mengurangi kemacetan, khususnya di kawasan lingkar Kota Batusangkar pada jam-jam sibuk,” ujarnya.
Syofian menuturkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Tanah Datar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Sasaran utama sosialisasi adalah para pedagang yang berjualan di bahu jalan, yang dinilai menjadi salah satu penyebab tersendatnya arus lalu lintas.
“Kami bersama Polantas akan melakukan pra sosialisasi kepada pedagang agar tidak lagi menggunakan bahu jalan, terutama pada waktu-waktu tertentu yang rawan macet,” jelasnya.
Rencananya, kegiatan sosialisasi akan berlangsung pada 12 hingga 18 April 2026. Namun sebelum itu, Dishub akan melakukan sejumlah persiapan awal, seperti pemasangan spanduk imbauan serta koordinasi lanjutan dengan pimpinan daerah.
Menurut Syofian, langkah ini perlu dilakukan secara hati-hati mengingat potensi risiko di lapangan yang melibatkan interaksi langsung dengan masyarakat.
“Kami harus mempersiapkan semuanya dengan matang dan tetap menunggu arahan pimpinan daerah. Karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas dan berpotensi menimbulkan dinamika di lapangan,” katanya.
Selain sosialisasi langsung, Dishub juga akan memanfaatkan berbagai kanal informasi, seperti media sosial, siaran televisi lokal, dan radio, untuk memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat.
Di akhir keterangannya, Syofian mengimbau para pedagang untuk turut menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan. Ia juga meminta agar lapak yang digunakan tidak mengganggu badan jalan setelah aktivitas berjualan selesai.
“Kami mengajak para pedagang untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan tidak meninggalkan lapak di bahu jalan agar tidak mengganggu pengguna jalan dan memicu kemacetan,” pungkasnya.














