Reporter : Mateus Tekege
DEIYAI PAPUA, Mattanews.co– Di tengah maraknya pandemi covid – 19, Perusahaan Listrik Negara di Manakwari memutuskan meteran asrama Deiyai, (14/5/2020) kemarin di Manakwari Papua barat.
Tiga orang pekerja Perusahaan Listrik Negara mendatangi ke asrama Deiyai “Wogadabii-Wookebadabii” yang beralamat di jalan gunung salju amban, Manunggal besar dalam Manokwari Papua Barat.
Setibanya, pihak PLN pun mengecek penghuni ternyata ada penghuni dan melakukan berbincangan santai seputaran permasalahan meteran beramper enam nomor yakni; 167483.
Pertengahan perbincangan mereka melihat harga tarif sudah 2 bulan belum dibayar oleh penghuni sehingga pihak PLN memberikan beban yang harus melunasi oleh seluruh penghuni di asrama tersebut.
Penghuni juga adalah para mahasiswa Deiyai di Manakwari membenarkan atas permintaan pihak PLN tersebut. Biasanya pihak PLN memberikan durasi waktu pelunasan utangnya sampai beberapa bulan kedepan
Sehingga hasil percakapan dengan pihak PLN itu kembali berdiskusi dengan rekan rekan lainnya untuk mencari jalan keluar terkait dengan utang meteran yang belum dibayarkan selama 2 bulan itu, jelasnya Mote.
Pada beberapa pekan kedepanya para penghuni berkomitmen mencari kerja fisik guna membayarkan dan atau melunasi utang sebesar 2.000.00 (dua juta ribu rupiah) mengakui sama sekali belum dibayarkan itu.
Oleh sebab itu kata Mote, utang selama dua bulan lalu ditambah bulan mei di perkirakan sekitar Rp 2.600.000.00 (dua juta enam ratus ribu rupiah) yang belum dibayar sehingga kami akan susah payah membayarkannya.
Pada hari selasa tanggal 12 Mei 2020 tepat 14:25 waktu papua, terdapat dua orang pihak PLN kembali mengecek hasil diskusi para mahasiswa soal meteran sebagaimana dilakukan oleh seluruh penghuni demi kelancaran penerangan di asrama Deiyai di Manakwari.
Oktopianus mote selaku ketua koorwil Deiyai juga sebagai penghuni asrama yang berkamar 14 ini melakukan negosiasi dengan pihak PLN. Tanggapan PLN bahwa asrama ini sudah menjalan 6 bulan belum dibayar yakni, Bulan Desember, Januari, Februari, Maret, April samapi bulan Mei ini diketahui belum dibayar sama sekali. Jika di rupiahkan sebanyak Rp; 6.600.00. Jelas Mote.
Menurutnya, berdasarkan hasil diskusi pada sore hari tadi (tanggal 14 kemarin), bahwa mengecek khas asrama. Bendahara asrama mengakui dalam dompetnya terdapat Rp 2.000.000. demikian disampaikan saudari Bernadus Douw selaku bendahara.
Lebih dari itu dirinya mengharap sesama penghuni harus mendesak berupaya bagaimana muda dapat keuangan demi melunasi utang dan kembali penerangan asrama.
Oleh sebab itu kata Douw, Penghuni asrama bersepakat untuk segera memohon uluran tangan kepada pemerintah Deiyai dalam hal ini kepada kepala dinas sosial untuk segera melihat persoalan yang sedang menimpah bagi para Mahasiswa ini agar Asrama Deiyai Manokwari sebagai buah pertama pemkab Deiyai tetap terang.
Persoalan Mendesak yang harus diatasi segera kehadiran asrama sebagai buah pertama oleh Pemerintah Deiyai juga sebagai asset pemerintah daerah. Asrama Deiyai Manokwari bermodel tiga barak ini. Jelas douw kepada wartawan media ini.
Namun sayangnya, bagi penghuni sangat merindukan untuk segera diatasi terdapat tiga poin permasalahan utama dapat tunjukkan kepada Pemerintah kabupaten Deiyai untuk memperlancar proses belajar di rumah lewat daring (online).
Koorbid pendidikan menjalaskan sebagai pertimbangan dalam kebijakan pelayanan publik pada aspek pendidikan ditengah wabah covid-19 adalah uang lampu setiap tahun, WIFI Swiss satu unit harga RP; 15.000.000,00 (lima belas juta rupiah). dan pengadaan buku-buku jurnalistik, kamus, kejurusanan, sastra, dan metode-metode penelitian berbasis jurusan.
Kami mengakui Pemerintah Deiyai, selalu menipu kami mahasiswa dengan berbagai macam janji diatas janji. Sebenarnya janji merupakan utang yang harus melunasi.
Tetapi hanya tinggalan janji dan janji sia-sia belaka. Ditengah wabah pandemi covid-19 ini kami ingin menyampaikan kepada Pemerintah agar segera menyelesaikan beberapa persoalan urgent yang disebutkan diatas. Tutup Korbid Pendidikan.
Editor : Poppy Setiawan














