[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter : Agustoni
LAHAT, Mattanews.co – Ketua DPRD Lahat Akhirnya menerima dan mengakomodir semua keinginan Serikat Buruh beserta Aliansi Mahasiswa Kabupaten Lahat. Setelah sebelumnya aksi demonstrasi unjuk rasa mahasiswa beserta para buruh yang menolak Undang-Undang Omnibuslaw yang telah di sahkan oleh DPR RI minggu lalu, Selasa (13/10).
Ketua DPRD Lahat Fitrizal Homizi ST beserta anggota DPRD yang lainnya, sepakat bersama Buruh untuk menolak UU Omnibuslaw dan mendesak Presiden RI untuk menerbitkan Peraturan Pemerintah Penganti Undang Undang (PERPU).
“Kita sepakat menolak UU Omnibuslaw, dan akan segera mengirimkan surat kesepakatan lampiran aspirasi kepada Presiden RI,” ujar Fitrizal Homizi setelah menandatangani Surat penyataan di depan persatuan Buruh SBSI, FSB NIKEUBA, beserta Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Kabupaten Lahat.
Menurut para buruh ada beberapa poin di dalam pasal UU Omnibuslaw yang merugikan para buruh di antaranya Sistem kontrak seumur hidup, hilangnya pesangon, tidak ada sangsi pidana bagi perusahaan yang tidak membayar upah dan sebagainya.
UU ini hanya menguntungkan para Cukong pemilik perusahaan, dan merugikan para Pekerja. Ketua SBSI Fauzi Anwar dalam sambutannya Bahkan mengatakan bahwa saat melakukan aksinya hari ini pihak perusahaan tempat para buruh bekerja juga melakukan intimidasi dengan mengancam akan mengisolasi para buruh selama 14 hari kedepan.
“Gara gara aksi Hari ini kami di intimidasi untuk melakukan Rapid Test dan isolasi selama 14 hari tanpa dibayar. Kami mohon Pemkab Lahat bisa memberikan kami jaminan dan perlindungan untuk menegur perusahaan tempat kami bekerja,” ujar Fauzi.
Menanggapi hal tersebut ketua Komisi IV DPRD Lahat Arry Amd. Beserta sekretaris Dinas Tenaga Kerja Pemkab Lahat Aries Toteles berjanji akan melindungi hak-hak para buruh apa bila ada perusahaan yang sewenang-wenang terhadap Buruh.
“Kita akan bantu dan Lindungi Para Buruh,” jelasnya Arry. Sementara KadinKes Pemkab Lahat Ponco Wibowo menambahkan untuk Rapid Test.
“Kita akan koordinasi dulu dengan pihak perusahaan,” imbuh Ponco. Acara demonstrasi berjalan dengan lancar, aman dan kondusif, Ribuan Buruh tampak memadati Halaman Pemda dan DPRD Lahat.
Menurut Kapolres Lahat AKBP Achmad Gusti Hartono Sik beserta Dandim 0405 Letkol-Kav Syawaf Al Amien saat dimintai keterangannya oleh awak media setelah aksi Long March mendampingi para buruh dari lapangan MTQ menuju DPRD menjelaskan bahwa Pihak Polres mengerahkan 300 personil dan KODIM 0405 mengerahkan 105 Personilnya untuk mendampingi dan mengawal para demonstran.
“Terimakasih banyak kami ucapkan kepada para buruh yang telah berunjuk rasa dengan aman dan tertib,” ujar Kapolres.
Editor : Chitet














