MATTANEWS.CO,KEDIRI – Pelaksana Harian (Plh) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Jawa Timur, Budi Sulistyono mendukung masa jabatan seorang Kepala Desa (Kades) menjadi 9 tahun.
Meskipun demikian, Mbah Kanang sapaan akrab menyebut semua itu tinggal waktu saja dan tidak seperti mi instan dikasih air panas selesai, tapi ada tahapannya.
Hal ini diungkapkan Mbah Kanang seusai mengikuti Rapat Konsolidasi Akbar PDI Perjuangan Daerah Pemilihan Jawa Timur VI di Ballroom Simpang Lima Gumul Kabupaten Kediri, Minggu (5/3/2023).
“1000 persen fix PDI Perjuangan dukung masa jabatan Kades 9 tahun,” ucapnya di hadapan awak media
Mantan Bupati Ngawi menambahkan sebenarnya problematika yang dialami Kades itu dalam penyalurannya harus kemana. Menurutnya, saluran itu harus masuk kepada keputusan politik.
Maka, sambung dia, jalur politik yang harus digunakan dalam penyampaian aspirasi tersebut.
“Masuk kepada keputusan politik. Jalur politik berkoordinasi dengan kita (PDI Perjuangan.red) dengan Pak Sekjen dengan Fraksi dan Baleg itu ditindaklanjuti,” tambahnya.
“Nah, ini menjadi mereka bisa saja oh PDI Perjuangan resnponsif, lha itulah yang kita harapkan memang kita ini harus memberikan tekanan kepada petugas-petugas partai untuk responsif kepada keinginan masyarakat apakah kelompok, asosiasi dan lain sebagainya,” imbuhnya.
“Bagi kita sudah fix, saya tidak tahu ada tidak partai yang menentang ini, kalau ini fix semuanya sepakat ya pasti ada , perdebatan-perdebatan atau voting atau one man one vote, dan lain sebagainya,” katanya menambahkan.
Lebih lanjut Mbah Kanang menjelaskan konsolidasi bersama Kades di wilayah Kediri ini pihaknya mengaku sebagai kelanjutan dari pertemuan bersama para Kades yang digelar pada November 2022 bertempat di Kabupaten Ngawi.
“Konsolidasi bersama para Kades di wilayah Kediri ini sebenarnya sebagai lanjutan pada saat rapat bersama Kades di Ngawi pada November 2022,” terangnya.
“Iya dong, ini lanjutan dari Ngawi saat itu awal dengan Pak Sekjen datang, ditindaklanjuti dengan Kades geruduk di Senayan,” sambungnya.
“Dihari sama Pak Budiman dipanggil Istana oleh Pak Presiden bahwa Presiden mendukung ini. Dan, kalau ini sudah menyambung klir tinggal waktu saja. Memang waktu tidak bisa kayak mi instan kasih air panas selesai ada tahapannya, dan apa yang disampaikan Pak Arteria Dahlan tidak cukup 6 kali 3 menjadi 9 ada faktor-faktor lain seperti faktor hukum, faktor anggaran,” katanya menambahkan.
Mbah Kanang menyebut pihaknya menargetkan masuk Prolegnas pada tahun ini, walaupun nanti gedoknya di tahun 2024.
“Target masuk Prolegnas tahun ini, gedoknya tahun 2024, kan tidak bisa instan,” pungkasnya.















