Dukungan Pembangunan UINSU Tebing Tinggi Terus Mengalir, Wako : Tinggal Tunggu Keputusan DPRD

  • Whatsapp
Wako Tebingtinggi saat menerima kunjungan para audiens terkait pembangunan UINSU (Dok. Humas Pemkot Tebing Tinggi / Mattanews.co)
Wako Tebingtinggi saat menerima kunjungan para audiens terkait pembangunan UINSU (Dok. Humas Pemkot Tebing Tinggi / Mattanews.co)

MATTANEWS,CO. TEBING TINGGI – Pembangunan kampus Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU)  Tebing Tinggi Sumatera Utara (Sumut), terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan.

Seperti saat audiensi yang diikuti para organisasi di Tebing Tinggi, yang dihadiri oleh Wali Kota (Wako) Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan, di Balai Kota Tebing Tinggi, pada hari Senin (16/2/2021).

Bacaan Lainnya

Dukungan dibangunnya UINSI Tebing Tinggi tersebut, datang dari Ikatan Pemuda Karya (IPK), Satma AMPI, Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Muda, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Korps Alumni Himpunan Mahasiwa Islam (KAHMI) Tebing TInggi.

Lalu, Yayasan Budha Tsuchi, STM Amanah, Paguyuban Pasundan Tebingtinggi dan warga dari Kelurahan Bandar Utama Tebing Tinggi Sumut.

Wako Umar mengatakan, apa yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Tebing Tinggi dalam pembangunan UINSU Tebing Tinggi, bukan hanya untuk kepentingan pribadi dan golongan.

“Ini semuanya adalah untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), biaya pendidikan tinggi yang murah dan menghidupkan perekonomian di Tebing Tinggi,” katanya.

Untuk itu, Pemkot Tebing Tinggi juga sudah membuat letter of intent kepada Kementrian Agama (Kemenag), Salah satunya meminta disediakan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) di UINSU Tebing Tinggi nanti.

Pihaknya lalu membentuk tim, untuk menganalisa seberapa besar aset yang akan diserahkan untuk pembangunan UINSU di Tebing Tinggi.

“Ternyata aset yang mau diserahkan Rp15 miliar. Di atas Rp5 miliar berdasarkan aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), harus mendapat persetujuan DPRD Tebing Tinggi,” katanya.

Dia menjelaskan, sebenarnya aset untuk pembangunan UINSUlebih dari Rp18 miliar. Namun Rp3 miliar tidak diterima. Hal ini juga sudah di-sounding ke DPRD Tebing Tinggi. Salah satunya yaitu, menghadirkan dua fakultas dan menjadi kampus lima UINSU Tebing Tinggi.

Sesuai peraturan perundang-undangan dan kewenangannya, menghadirkan kampus negeri baru tersebut merupakan kewenangan pemerintah pusat. Pemkot Tebing Tinggi juga, harus menyiapkan lahan seluas 20 hektar.

“Banyak daerah lain menyiapkan dan menghibahkan lahan, untuk menghadirkan pembangunan universitas negeri di daerahnya. Banyak juga yang mengajukan seperti kita, namun ditolak UINSU berdasarkan berbagai kajian. Kita tinggal tunggu keputusan DPRD Tebing Tinggi saja,” ucapnya.

 

*****

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait