Eksekutor Penyiram ‘Cuko Parah’ Satpam UIN Ditangkap

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Satreskrim Unit Pidum dan Tekab 134 Polrestabes Palembang kembali berhasil meringkus salah satu pelaku penyiraman air keras (cuko parah), Indra Julizar (40), terhadap Satpam UIN, Aminudin (49) dan anaknya M Robani (29), ketika berada di depan rumah korban, Jalan Padat Karya Lorong Mangga III Kelurahan Talang Jambi Kecamatan Sukarami Palembang pada Minggu (25/4/2021) pukul 23.00 WIB. Tersangka langsung digelandang ke Polrestabes Palembang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, Selasa (8/6/2021).

Bacaan Lainnya

Penangkapan tersangka Indra Julizar (40) dipimpin langsung Kanit Pidum Polrestabes Palembang, AKP Robert Perdamaian Sihombing, ketika berada di rumahnya, warga Jalan KH Wahid Hasyim Lorong Aman I Kelurahan 5 Ulu Darat Kecamatan SU I Palembang.

“Tersangka merupakan eksekutor dalam penyiraman air keras (cuko parah) terhadap korban Aminudin. Korban nyaris kehilangan penglihatan, sementara anak korban, M Robani (29) mengalami luka tusuk ditubuhnya. Sebelumnya kita juga sudah berhasil menangkap tersangka Erwin (43) saat berada di Jalan Mataram Kecamatan Kertapati Palembang, Jumat (30/4/2021). Lalu menangkap tersangka Riki Septiawan alias Kiki (27) warga Jalan KH Azhari Lorong Kamasan Kelurahan 3-4 Ulu Kecamatan SU I Palembang ditangkap ditempat persembunyian di Kabupaten Kepahiyang Kota Bengkulu,” beber Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra melalui Kasat Reskrim, Kompol Tei Wahyudi, kapada awak media.

Dijabarkan Kasat Reskrim, tersangka bersama ketiga temannya di bayar DS untuk melakukan penyiraman cuko parah terhadap korban dengan imbalan uang sebesar Rp 1,3 juta.

“Tersangka bersama tiga temannya merupakan tenaga bayaran untuk mencelakai korban. Kini kami masih terus lengkapi berkasnya,” jelas Kompol Tri Wahyudi.

Tersangka saat diwawancarai membenarkan dirinya dibayar untuk mencelakakan korban.

“Iya pak, saya ikut menganiaya korban dan anaknya. Saya penyedia cuka parah itu. Lalu, cairan itu saya berikan juga pada kiki dan kami berdua yang menyiaramkannya kepada korban,” jelas tersangka yang mengaku sebagai sopir ini.

Tersangka menambahkan, dirinya mendapat upah dari DS.

“Upah saya Rp 1,3 juta pak. Uangnya telah habis untuk kebutuhan sehari-hari karena saya belum ada kerjaan,” ungkapnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait