MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG– Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung menggelar gerak jalan kreasi napak tilas Ketandan-Bonorowo yang mengambil garis start di depan kantor Kordinator Wilayah (Korwil) Lingkup Unit Pelayanan Administrasi Satuan Pendidikan (UPASP) Kecamatan Kauman, Senin (21/11/2022).
Gerak jalan kreasi napak tilas Ketandan-Bonorowo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tulungagung ke-817 tersebut diikuti 148 peserta dan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Tulungagung H. Gatut Sunu Wibowo, S.E.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Rahadi Puspita Bintara, S.E., M.Si., memaknai kegiatan gerak jalan kreasi napak tilas Ketandan-Bonorowo ini guna mengingatkan kembali sejarah perpindahan pemerintahan dari Ketandan (Kalangbret) ke Bonorowo (Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso).
“Jadi makna gerak jalan kreasi Ketandan-Bonorowo guna mengingatkan kita, sejarah perpindahan pemerintahan dari Ketandan ke Bonorowo,” kata Mantan Camat Ngunut Kabupaten Tulungagung itu dihadapan awak media.
“Dengan demikian, agar masyarakat kita itu tahu sejarah kabupaten Tulungagung dan memahami sekaligus mengetahui,” imbuhnya.
Dia menambahkan kegiatan gerak jalan kreasi napak tilas Ketandan-Bonorowo ini merupakan yang pertama pasca pandemi Covid-19. Makanya, antusias peserta sangat luar biasa sekali.
“Ya benar, baru pertama kita gelar, antusias peserta luar biasa begitu juga animo masyarakat dalam menonton memenuhi sepanjang jalan yang dilalui hingga finis di Bonorowo (Pendapa Kongas Arum Kusumaning Bongso,” tambahnya.
“Ada 148 peserta yang ambil bagian diantaranya dari tingkat Organisasi Perangkat Daerah, tingkat Kecamatan, tingkat Korwil Upasp, lembaga pendidikan SMP maupun SMA dan lainnya,” sambungnya.
Lebih lanjut Pipit lebih akrab disapa menjelaskan dengan antusias peserta sedemikian banyak, begitu juga animo masyarakat yang menonton cukup tinggi bukan menutup kemungkinan kegiatan gerak jalan kreasi napak tilas Ketandan-Bonorowo bisa dijadikan agenda tahunan.
“Insya Allah menjadi agenda rutinitas gerak jalan kreasi napak tilas Ketandan-Bonorowo setiap tahunnya,” terangnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung mengharapkan kegiatan ini merupakan salah satu budaya.
“Budaya itu harus tetap dilestarikan, dicintai, dan dimiliki sehingga tidak tergerus dengan budaya asing. Dengan demikian, cinta budaya melekat di hati kita,” tukasnya.














