MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung gerak cepat dalam penanganan pengerjaan normalisasi akses jalan yang tertutup lumpur pasca tanah longsor di Kecamatan Sendang dan Pagerwojo.
Demikian, dikatakan oleh Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung Soeroto kepada mattanews.co melalui keterangan singkatnya, Sabtu (19/6/2021) Pagi.
“Jadi begini, kita kerahkan dua alat berat, untuk pengerjaan normalisasi akses jalan tertutup material lumpur akibat tanah longsor terjadi Kamis (17/6) dini hari,” kata Dia.
“Iya benar, Jum’at (18/6) sudah bergerak menindaklanjuti sidak jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Pak Bupati menyampaikan harus segera ada penanganan lebih lanjut,” imbuhnya.
Kata Soeroto, pasca bencana tanah longsor melanda beberapa di wilayah Kecamatan Sendang paling parah Desa Nglurup satu rumah roboh dan dua rusak ringan.
“Selain rumah yang rusak, ada dua akses jalan tertutup material tanah, karena terlalu tebal maka tidak mungkin dikerjakan secara manual maka dikerahkan alat berat berupa Bego, biar lebih cepat,” Soeroto menambahkan.
“Sedangkan di Desa Nyawangan satu rumah rusak ringan, demikian juga akses jalan tertutup material di Desa Kedoyo juga akan dikerjakan,” sambungnya.
Pasca bencana tanah longsor lebih lanjut tutur Dia menjelaskan infrastruktur terdampak yakni jembatan di Desa Nglurup.
“Memang benar jembatan tersebut rusak berat, selama tahap diperbaiki, terpaksa warga untuk beraktivitas melalui jalan lain walaupun berputar agak jauh,” terangnya.
“Dan satu jembatan di Desa Penjor Kecamatan Pagerwojo juga rusak parah,” imbuh Soeroto.
Lebih dalam papar Dia masih melanjutkan selain penanganan material lumpur yang menutup akses jalan, pihaknya juga mendata keluarga yang terdampak akibat bencana longsor.
“Sementara, baru kurang lebih tiga puluh rumah, kita berikan bantuan diantaranya berupa peralatan dan bahan material bangunan untuk rumah yang rusak kategori ringan atau dindingnya jebol,” Soeroto memaparkan.
Akibat bencana tanah longsor kata Dia pihaknya sudah mendata secara keseluruhan wilayah yang terdampak untuk penanganan lebih lanjut.
“Desa Nglurup satu rumah roboh dan dua rusak ringan, Desa Nyawangan satu rumah rusak ringan, Desa Kedoyo akses jalan tertutup material lumpur semua di Kecamatan Sendang,” Soeroto mengatakan.
“Sedangkan di Kecamatan Pagerwojo, Desa Gambiran lima rumah rusak ringan, Desa Pagerwojo, Samar, Wonorejo masing-mading satu rumah rusak ringan, adapun Desa Penjor selain enam rumah rusak ringan, sedangkan jalan di Gambiran sebelumnya tertutup material lumpur kategori ringan setelah dibersihkan sudah kembali normal,” tukas Kepala BPBD Kabupaten Tulungagung.















