MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG Bupati Tulungagung Drs. Maryoto Birowo, M.M., menyebut Sedekah Bumi Pantai Gemah merupakan upaya melestarikan budaya leluhur yang dimiliki masyarakat pesisir Jawa.
Maryoto mengatakan Grebek Suro Sedekah Bumi sebagai tanda rasa syukur yang diwujudkan dalam bentuk gunungan yang berisi hasil bumi, selanjutnya diarak dan dilarung ketengah laut.
Ritual sedekah bumi ini merupakan program tahunan dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lejar Misuwur Desa Keboireng Kecamatan Besuki, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Hal ini dikatakan pada saat memberikan sambutan Grebek Suro Sedekah Bumi Pantai Gemah 1 Muharram 1444 Hijriah Tahun 2022, Sabtu (30/7/2022) Pagi.
“Kita apresiasi Pokdarwis Lejar Misuwur pantai Gemah dan Pemerintah Desa Keboireng, Kecamatan Besuki yang telah membantu pemerintah dalam memajukan pariwisata,” ucap Bupati Maryoto.
“Upaya tersebut guna peningkatan perekonomian di sekitar pantai Gemah dan Bayem sehingga dikenal oleh masyarakat Tulungagung, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.
Orang Nomor 1 Kabupaten Tulungagung menambahkan sedekah bumi dalam Grebek Suro di pantai Gemah ini sebagai ucapan rasa bersyukur atas karunia kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan nikmat dalam hasil penangkapan laut yang melimpah.
“Kita harus bersyukur, makanya Grebek Suro selalu dilestarikan dari tahun ke tahun dengan melakukan Sedekah Bumi Pantai Gemah ini,” tambahnya.
Lebih lanjut Maryoto menjelaskan pihaknya mengupayakan di wilayah pesisir selatan ini kedepannya akan lebih baik lagi.
Selain itu, Mantan Sekda Kabupaten Tulungagung itu mengimbau kepada masyarakat sekitar pantai Gemah dan Bayem sekaligus para pengunjung agar tetap mematuhi protokoler kesehatan Covid-19.
“Mari sesarengan (Bersama-sama.red) saling menjaga ketertiban, dan tetap disiplin dalam 5 M yaitu tetap memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas sebab pandemi Covid-19 masih ada disekitar kita,” pungkasnya.














