BERITA TERKINI

Hal Unik Selama Pandemi Covid-19 Menurut drg. Duror En Nasik

×

Hal Unik Selama Pandemi Covid-19 Menurut drg. Duror En Nasik

Sebarkan artikel ini

Reporter : Faldy

PALEMBANG,Mattanews.co – Ditengah pandemi Covid -19, peran Rumah Sakit sangatlah penting karena selain membantu mendeteksi, juga memproses perawatan yang dijalani oleh para pasien yang sudah terinfeksi maupun dalam pemantauan.

Banyak hal yang menarik dari Pimpinan, Pegawai mau pun Tim Medis yang ada dirumah sakit, dibalik tugas mulia mereka ini.

Yang paling menarik selama pandemi ini, dikatakan Direktur Rumah Sakit Pelabuhan Palembang, drg. Duror En Nasik, adalah kita bisa membantu orang-orang yang lagi butuh pertolongan

“Jadi tugas saya mengatur membantu, mensuport, teman -teman mengenai kasus Covid-19 dan non Covid,” tuturnya. Rabu (17/06/2020).

“Karena saya inget pesen agama yang bunyinya, barang siapa memudahkan keperluan dan kesulitan orang, niscahaya  allah akan mepermudahkan urusan dunia dan akhirat,” sambung dokter ini.

Selain itu, hal yang disukai selama pandemi ini, dikatakan Duror, covid-19 ini adalah hal yang baru.

Dimana sesuatu yang baru itu, berarti banyak yang mesti diperbaiki, diperbaharui dan disempurnakan.

“Nah itu, yang saya suka, artinya Allah ngasih kita sesuatu itu supaya kita belajar, bukan hanya karena faktor kesehatannya, tapi sisi keuangannya, dan efisiensi, dari hal yang baru seperti covid-19 ini,” ungkap Duror.

Hal unik itu menurut ia sebenarnya yang terjadi adalah sebagian masyarakat itu maidsetnya terhadap RS itu istilahnya “mengcovid-covidkan” dan itu sangatlah tidak benar, karena semuanya ada prosedur yang harus diikuti.

“Ada juga yang berfikir kalau RS itu minta santunan, dan itu juga tidak benar,” katanya.

Hal unik yang kedua, semisal ada pasien yang meninggal minta dikubur secara biasa, padahal itu masuk dalam protokol covid-19.

Yang ketiga yakni hasil swab, tidak bisa dikeluarkan pada hari yang sama.

Dampaknya itu ternyata, seadainya hasil swab belum keluar, ternyata pasien meninggal dan dimakamkan secara covid-19, tapi belum ada hasil swabnya. Kita baru bisa menegakkan diagonasa berdasarkan indikasi yang sebelumnya.

“Saat hasil swab keluar beberapa minggu kemudian ternyata negatif, dan ada pihak keluarga minta ke RS agar jenazahnya dipindahkan, padahal pemindahan makam itu bukan tugas RS,” ungkapnya.

Sebenarnya dari sisi prosedur, kalau memang pasien hanya baru ditegakkan dengan satu swab itu belum selesai.

Harusnya ada dua hari berturut-turut dan hasilnya negatif baru dinyatakan pasien itu bebas covid.

Lanjutnya, mengenai profesinya sebagai dokter dilingkungan tempat tinggal, tidak ada yang mempermasalahkan, karena warga komplek sudah tahu informasi, sudah tahan imunnya. Bahkan Masjid sudah menjalankan sholat lima waktu dengan mengunakan protokol kesehatan.

“Istri dan keluarga selalu mensupport pekerjaan saya,” singkatnya.

Harapan dan himbauan mudah-mudahan masyarakat mempelajari tentang apa itu covid -19 dan cara menghadapi situasinya bagaimana.

“Jadi tidak ada yang menjamin kapan Covid-19 ini hilang,” ungkap Duror.

“Jadi saya akan melakukan apa yang bisa saya upayakan, karena takdir itu sudah direncanakan Allah tidak melebihi kemampuan umatnya,” imbuhnya.

“Kita semua bisa, dengan catatan bahwa kita mampu mencapai itu,” terangnya.

“Dan masyarkat tidak perlu khwatir berlebihan, karena dengan menjaga kebersihan kita akan terjaga,” tutup Direktur RS Pelabuhan ini.

Editor : Fly