[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Usai ditemukannya tulang belulang manusia pada hari Senin (1/2/2021) di tepian Sungai Ogan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan (Sumsel), memberi secercah harapan bagi keluarga Ahmad Zaki Zikri (17).
Ahmad Zaki Zikri yang merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ittifaqiah Ogan Ilir, dinyatakan hilang setelah tenggelam di Sungai Ogan, pada hari Sabtu (30/10/2020) lalu.
Untuk mengidentifikasi tulang belulang tersebut, keluarga korban menjalani tes DNA di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara M Hasan Palembang, pada hari Rabu (3/2/2021).
Eni Yunita (49), ibu korban dan keluarganya berharap, jasad tulang belulang yang ditemukan tersebut adalah anaknya.
Bahkan dia bersama keluarga, pihak Ponpes Ittifaqiah Ogan Ilir dan aparat berwajib, mengantarkan tulang tersebut ke RS Bhayangkara M Hasan Palembang.
“Saya, suami dan anak pertama saya ke sini (RS Bhayangkara M Hasan Palembang) untuk menjalani tes DNA. Untuk memastikan, apakah betul tulang yang ditemukan itu merupakan jasad anak saya yang hilang 3 bulan lalu,” ujar Eni saat diwawancarai di RS Bhayangkara M Hasan Palembang, Rabu (3/2/2021).
Meskipun menjalani tes DNA, dia dan keluarga lainnya sudah ikhlas. Apalagi jika hasil keluar, menyatakan bahwa jasad yang sudah menjadi tulang belulang tersebut merupakan anak bungsunya.
“Saya berharap bahwa tulang yang diperiksa itu adalah bagian tubuh anak saya,” ujarnya.
Sementara itu kakak korban Ahmad Ahnaf (22) menuturkan, jasad tulang belulang yang ditemukan masih terbungkus dalam celana, diduga sama persis seperti yang dipakai terakhir kali oleh korban saat berenang di Sungai Ogan di Ogan Ilir Sumsel.
“Celana dan gespernya sama seperti yang dipakainya terakhir kali. Apalagi salah satu teman korban mengenali gesper yang dipakainya. Karena gesper itulah, yang dipinjam korban kepada temannya sebelum berenang dan menghilang,” ujarnya.














