RAJA AMPAT, Mattanews.co – Adanya kenaikan harga Tiket kapal PT Belibis Papua Mandiri dan PT Fajar Indah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Raja Ampat melalui Komisi II menggelar Hearing bersama dengan Dinas Perhubungan dan pihak perusahan pelayaran Laut di Ruangan komisi, Senin (10/8/2020).
Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Raja Ampat, Moh. Taufik Sarasa kepada media ini mengatakan, rapat komisi II bersama Dinas Perhubungan, Pihak PT Fajar Indah dan PT Belibis Papua Mandiri membahas kenaikan harga Tiket kapal yang dinilai menyusahkan masyarakat.
Dalam Rapat tersebut, Komisi II mendesak kepala pihak Perusahan pelayaran kapal Laut agar menurunkan harga Tiket penumpang.
“Jadi kami meminta supaya paling lambat hari Rabu di saat kapal Marina di jadwalkan ke Waisai tiket sudah turun dengan berpatokan pada harga awal Rp100.000, kemudian juga dengan Fajar Indah juga turunkan harga Rp70.000 saat jadwal keberagkatanya ke Waisai,” jelasnya.
Ketua Komisi II menegaskan, tidak ada alasan kuat yang mengakibatkan pihak Perusahan pelayaran laut yakni, KM Marina dan KM Fajar menaikan harga tiket penumpang.
“Jika tiketnya tidak turunkan, maka kami dari komisi II bahkan saya selaku ketua Fraksi Demokrat akan mendesak kepada Pemda dalam hal ini Dinas Perhubungan untuk tidak memberikan ijin kepada pihak kapal tersebut,” ucapnya.
“Kenaikan harga tiket di tengah pandemi Covid sagat merugikan masyarakat, karena saat ini ekonomi masih menurun,” kata Taufik.
Terpisah juga disampaikan, Kepala Cabang, PT Belibis Papua Mandiri Raja Ampat, Ahadi menyampaikan, kenaikan harga tiket bagi penumpang diakibatkan banyaknya penambahan biaya operasional.
“Jadi kenaikan harga tiket tersebut, ada beberapa alasan di antaranya, adanya pembatasan penumpang, semua ABK kapal diwajibkan Rapid Tes, pihak kapal wajib siapkan cuci tangan dan masker bagi penumpang yang tidak menggunakan masker, serta penyemprotan Disinfektan pada kapal di saat kapal akan beroperasi dan semua biaya perlengkapan protokol kesehatan itu menjadi tanggung jawab kami,” jelas Ahadi, pada sejumlah media Diteras Cofee Om Ndut Waisai.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Oprasional PT Fajar Inda Line, Koni Bulawan, bahwa kenaikan harga tiket tersebut memang ada beberapa alasan.
Seperti yang sudah di uraikan oleh Kepala Cabang, PT Belimbis, yakni penyiapan protokol kesehatan, ditambah juga saat ini kami dari PT Fajar Inda line belum mendapatkan BBM subsidi jadi masih menggunakan BBM industri.
Namun sesuai hasil Hering dengan Dinas terkait Pemda Raja Ampat, dan Komisi II DPRD tentunya, pihaknya akan mengkordinasikan hal ini dengan pihak Pimpinan (direktur).
“Kami dari PT Belimbis dan Fajar Indah line juga meminta dukungan dari Pemda dan DPRD agar dapat menyurati Direktur kami, sehingga itupun menjadi pegangan kami untuk mengkordinasi kepada direktur perusahan. Jika itu tidak dilakukan maka kami sendiripun tidak bisa mengambil keputusan,” tuturnya.
Editor : Chitet














