Reporter : Fitrah
MALUKU, Mattanews.co – Setelah hasil rapid test WR dinyatakan reaktif, tim kesehatan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bergerak melakukan tracking atau pelacakan terhadap orang-orang yang terkontak langsung dengan WR beserta almarhum suami yang meninggal pada tanggal (24/05/2020) belum lama ini.
Informasi yang dihimpun media ini, dari hasil tracking yang dilakukan terhadap kasus WR, alhasil ditemukan sebanyak 51 orang yang melakukan kontak baik secara langsung dan tidak langsung dengan WR maupun jenazah suami WR.
Dari 51 orang tersebut, sebanyak 44 orang yang terkontak erat dengan kasus WR yang mana hasil rapid testnya WR adalah reaktif dan merupakan pelaku perjalanan dari kota Ambon. Sedangkan untuk hasil rapid test anak WR yang berinisial LR dinyatakan non reaktif.
Untuk diketahui, WR dan almarhum suaminya merupakan pelaku perjalanan dari Ambon ke Wayasel, sebelum ke Alune WR bersama almarhum berada di Wayasel selama kurang lebih 10 hari dan sudah jatuh sakit, setelah itu WR beserta almarhum suaminya sampai di dusun Aluni desa Waesala Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten SBB pada tanggal 21 Mei 2020 dan suami WR mengalami sakit.
Pada tanggal (24/05/2020) WR membawa suaminya ke Waesala dengan tujuan berobat di Puskesmas, tetapi suami WR meninggal sebelum sempat dirawat dan menurut pengakuan keluarga suami WR sakit sudah ada sejak lama dan penyakit yang di derita adalah stroke/lumpuh.
Hingga berita ini di naikkan jubir GTPP Covid-19 Kabupaten SBB yang dikonfirmasi lewat via WhatsApp terkait hasil hasil tracking kasus WR belum merespon.
Editor : Anang















