Hoax !! Kepala Peneliti Pfizer Sebut Vaksin Covid-19 untuk Sterilisasi Wanita

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, JAKARTA– Beredar di media sosial sebuah artikel informasi yang mengklaim bahwa vaksin Covid-19 bisa menyebabkan sterilisasi pada wanita. DalamĀ artikel itu tertulis Vaksin Covid-19 mengandung protein yang disebut dengan syncytin-1. Zat itu diduga bisa mempengaruhi plasenta pada manusia. Akibatnya, kandungan protein dalam vaksin saat membentuk imunitas bisa menyebabkan kemandulan.

Bacaan Lainnya

Kabar tersebut bermula dari sebuah artikel berbahasa Inggris dengan judul ‘Kepala Penelitian Pfizer: Vaksin Covid merupakan Sterilisasi untuk Wanita’.

Faktanya, Berdasarkan penelusuran Mattanews.co, Rabu (3/2/2021) dikutip dari Kumparan.com yang mengutip dari lembaga Factcheck.org, klaim tersebut merupakan kabar tidak benar atau hoax. Tidak ada vaksin Covid-19 yang telah disetujui mengandung syncytin-1. Hasil penelitian tersebut ditegaskan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists pada 5 Februari 2021.

Dalam laporan itu menyebutkan, pada penelitian terbatas tersebut tidak ada masalah kemandulan dari ribuan peserta uji coba vaksin Covid-19. Dalam studi vaksin Moderna yang dilakukan pada hewan, juga tidak menunjukkan dampak pada reproduksi wanita. Bahkan, turunnya kesuburan akibat efek samping dari vaksin Covid-19 juga belum ditemukan dalam sejumlah penelitian oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

Berdasarkan data yang terkumpul dapat disimpulkan bahwa klaim tersebut bahwa vaksin Covid-19 bisa menyebabkan sterilisasi pada wanita dan kandungan protein dalam vaksin saat membentuk imunitas bisa menyebabkan kemandulan adalah tidak benar atau hoax.

Informasi ini jenis hoax misleading content atau konten menyesatkan. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait