BeritaBERITA TERKINIEKONOMI & BISNISNUSANTARA

Imbas Hari Besar dan Cuaca Ekstrem Harga Bawang Merah Meroket, Pedagang di Palembang Mengeluh

×

Imbas Hari Besar dan Cuaca Ekstrem Harga Bawang Merah Meroket, Pedagang di Palembang Mengeluh

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Awal tahun 2026 di barengi dengan melonjaknya harga bahan pokok. Sejumlah komoditi bahan pokok yakni salah satunya bawang merah berkisar dari Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu per kilogramnya di pasar Sekip Ujung Palembang, Jumat (9/1/2026).

Diketahui juga harga bahan pokok terpantau naik sebelum hari raya Natal dan pergantian tahun baru kemarin. Bawang merah masih dibawah harga Rp 30 ribu.

Berpatokan data pusat Statistik Pusat Palembang, kota Palembang alami lonjakan inflasi tahunan sebesar 2,92 % jika ini dibandingkan di bulan Desember tahun 2024 kemarin. Andil dalam menekanan inflasi seperti Bawang Merah sebesar 0.045 %, lalu disusul daging ayam ras 0.034 %.

Faktor-faktor tekanan inflasi tahunan ini yaitu cuaca ekstrem yang sebabkan ketersediaan stok menipis lantaran lambatnya pendistribusian, lalu momen hari besar menaikan nilai konsumsi.

Karti (46) selaku pedagang di Pasar Sekip Ujung Palembang keluhkan harga bawang merah ini naik terus sejak jelang Natal dan Tahun Baru kemarin.

“Ya ini sudah naik sebelum Natal dan Tahun Baru kemarin pak, mungkin imbas dari orang liburan kali ya? jadi barang tidak banyak masuk, angkutan juga libur ya, jadi barang itu agak susah dan mahal,” terangnya saat diwawancarai awak media Mattanews.co, Jumat, 9 Januari 2025.

Karti juga berharap harga bahan pangan ini jangan terus naik, lantaran ia mengeluhkan minat pembeli juga makin berkurang yang sudah tentu berdampak merugi bagi pedagang.

“Ya jangan mahal-mahal lah, jangan tinggi-tinggi harganya, susah kita mau jualnya lagi, minta di harga standar saja, kebutuhan kita ini sudah banyak, anak mau sekolah, kalau ditambah lagi dengan kenaikan harga ini tambah susah, pasti daya belinya kurang, apa lagi nanti kita masuk bulan suci Ramadhan,” tandasnya.