MATTANEWS.CO, PRABUMULIH – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Prabumulih, Roy Riady SH MH diundang menjadi pembicara atau nara sumber di Legal Prevention for Procurement Oil dan Gas Industry di Pertamina Hulu Rokan Zona (PHRZ) 4, Kamis (7/3/2024) di Ruang Rapat SCM.
Dalam kesempatan itu, Kajari Prabumulih memaparkan kecurangan dan korupsi di lingkungan BUMN. Kata Mantan Penyidik KPK RI, 6 tahun bertugas dalam Legal Prevention for Procurement Oil dan Gas Industry di PHRZ 4 harus mengacu pada Standar Operation Prosedur (SOP) telah ditetapkan.
“Kalau sudah ada SOP, dan dilaksanakan sesuai hal tersebut. Kita optimis, kecurangan dan korupsi di lingkungan BUMN bisa dicegah dan diantisipasi,” sebut Roy Riady.
Diakuinya, banyak kecurangan dan korupsi terjadi di BUMN. Dan semoga ujar kandidat Doktor dari UNSRI Bidang Hukum ini, hal tersebut tidak terjadi di lingkungan PHRZ 4. Khususnya, penyelenggaraannya menggunakan keuangan negara.
“Paparan mengenai kecurangan dan korupsi di BUMN ini, terhindar dari segala bentuk gratifikasi, penyalahgunaan wewenang, dan prilaku koruptif berujung bisa merugikan negara. Karena, hal itu bisa diproses secara hukum. Pelakunya, bisa masuk penjara,” ingat mang Oy sapaan akrabnya.
Ia mengungkapkan telah beberapa kasus diselesaikan Kejari Prabumulih khususnya di lingkungan BUMN, khususnya perbankan.
“Pengetahuan dan wawasan diberikan mengenai kecurangan dan korupsi di lingkungan BUMN, dijadikan bekal hingga bermanfaat untuk dilakukan, sehingga terhindar dari jeratan hukum,” tandasnya.