MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Viral video warga mengeluh lantaran akses jalan ditutup pemilik lahan kavlingan, warga sejumlah Perumahan di kawasan Sukosari Kecamatan Alang-alang Lebar mengeluh, karena terpaksa mengambil rute memutar, khususnya warga yang mengendarai mobil, Selasa (23/07/2024).
Pemblokadean jalur akses masuk Perumahan Grand Permai Residence, Jalan Sukasari yang menjadi akses yang mudah dilewati oleh ratusan warga Perumahan untuk beraktivitas sehari-hari.
Tampak di lokasi penutupan itu dilakukan dengan memasang dua baris tumpukan batu bata yang membentang, kemudian ditambah seng.
Ada juga spanduk yang berisi pengumuman kepada warga, bahwasannya akses sementara ini ditutup, karena tanah jalan akses tersebut milik Yusrizal/Hawaty.
Namun kini pihak Camat Alang-Alang Lebar, telah memasang plat besi di selokan salah satu rumah warga, sehingga bisa menjadi jalur bagi kendaraan yang ingin melintas.
Salah satu warga Perumahan Grand Permai Residence, Arbaa (30) mengatakan, penutupan tersebut dilakukan sejak Minggu sore. Sebelumnya pemilik lahan kavlingan sudah memberitahu warga kalau akan ada penutupan.
“Penutupan ini dari kemarin sore, karena developer ada masalah sama pemilik lahan. Sebelumnya developer sudah memberitahu tanggal 14 Juli lalu kalau bakal ada penutupan,” ujar Arbaa.
Menurutnya, penutupan itu menghambat akses warga terutama warga Perumahan lain di sekitar lokasi, sebab jalan yang disediakan oleh pihak developer tidak layak.
“Iya cukup menghambat karena warga terpaksa memutar lewat Tanjung Barangan. Sebenarnya ada jalan yang disediakan pihak developer tapi jelek jalannya,” katanya.
Namun saat ini pihak Camat Alang-Alang Lebar telah mendatangi lokasi dan memberikan solusi dengan memasang plat besi di salah satu rumah warga agar bisa dilalui.
“Iya tadi pagi Camat sudah kesini dan ada plat besi sudah dipasang. Motor dan mobil bisa lewat lagi. Ya warga berharap semoga permasalahan ini dapat selesai,” tuturnya.
Terpisah Camat Alang-Alang Lebar Sariyansyah Ismail mengatakan, masalah penutupan itu adanya somasi dari pemilik kaplingan ke pihak developer.
Pemilik kavlingan menuntut ganti rugi pembayaran lahan yang belum tuntas ke developer, namun karena permintaan terlalu besar pembayaran belum dilaksanakan.
“Yang ditutup itu memang ada dari pihak pemilik pihak kavlingan pak Yusrizal melalui anaknya melakukan somasi kepada pengembang agar membebaskan lahan tersebut. Namun karena permintaan terlalu besar dan belum sempat dipenuhi. Makanya jalan tersebut ditutup,” tukasnya.















