BERITA TERKINI

Kakan Kemenag OKU Timur Bacakan Surat Edaran Menteri

×

Kakan Kemenag OKU Timur Bacakan Surat Edaran Menteri

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKU TIMUR – Kepala Kantor (Kakan) Kemenag OKU Timur membacakan Surat Edaran Menteri Agama RI tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri.

Kepala Kementerian Agama OKU Timur Dr H. Abdul Rosyid S.Ag MM Msi, mengingatkan umat Islam khususnya Daerah ini agar tetap mematuhi Protokol Kesehatan 5 M jika nantinya hendak melaksanakan ibadah di bulan Ramadhan seperti sholat tarawih berjamaah di masjid atau Mushola.

”Bulan Ramadhan tahun ini kita tahu situasinya masih masa pandemi Covid-19, maka kita imbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah, terutama pada saat pelaksanaan sholat tarawih di bulan Ramadhan,” kata Abdul Rosyid, Senin (12/04/2021)

Abdul Rosyid juga meminta para pengurus masjid untuk membersihkan rumah ibadah sebelum memasuki bulan Ramadhan. Karena kebersihan dapat mencegah penularan dan penyebaran Covid-19.

“Dalam rangka kegembiraan kita menyambut datangnya bulan Ramadhan, kita harus menjaga kebersihan masjid yang nantinya akan digunakan untuk sholat tarawih berjemaah,” ujarnya.

Ia menyampaikan, menjalankan sholat tarawih di masjid atau mushola merupakan salah satu ibadah sunah dalam bulan Ramadhan. Namun umat tetap perlu menjaga kesehatan diri, termasuk mencegah diri penularan Covid-19. “Jangan lalai dengan kewajiban untuk memelihara diri dan orang lain di sekitar kita. Untuk itu, jika ingin melaksanakan sholat tarawih berjamaah di masjid, protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” jelas Kemenag.

Kementerian agama pusat telah menerbitkan edaran terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah atau 2021 Masehi , diterbitkan karena Ramadhan tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Edaran ini ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/ Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushola.

Surat edaran Menag RI Yaqut Cholil Qoumas dimuat dalam surat edarantersebut tujuan untuk memberikan panduan beribadah sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko Covid-19

Berikut Panduan tertuang dalam Surat Edaran Nomor 03 Tahun 2021 terkait Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah atau 2021. Dibacakan Kakan Kemenag OKU Timur yang diharapkan.

1. Umat Islam, kecuali bagi yang sakit atau atas alasan syar’i lainnya yang dapat dibenarkan, wajib menjalankan ibadah puasa Ramadhan sesuai hukum syariah dan tata cara ibadah yang ditentukan agama.

2. Sahur dan buka puasa dianjurkan dilakukan di rumah masing-masing bersama keluarga inti.

3. Dalam hal kegiatan buka puasa bersama tetap dilaksanakan, harus mematuhi pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

4. Pengurus masjid atau mushola dapat menyelenggarakan kegiatan ibadah antara lain:

A. Sholat fardu lima waktu, sholat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau mushola dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman satu meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah dan mukena masing-masing.

B. Pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadhan dan kuliah Subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit.

C. Peringatan Nuzulul Quran di masjid atau mushola dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

5. Pengurus dan pengelola masjid atau mushola wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah, seperti melakukan desinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid atau mushola, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena masing-masing.