MATTANEWS.CO,FAKFAK – Kepolisian Resor Fakfak pada selasa 15/8/2023 sekitar pukul 19.30 Wit mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya tindak pidana penganiayaan terhadap kepala Distrik Kramomongga Darson Hegemur dan pengerusakan pada gedung kantor Distrik Kramomongga yang dilakukan oleh orang tak dikenal (OTK), Rabu (16/8/2023)
Dengan adanya laporan tersebut, Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana,SE.,MH didampingi Dandim 1803/Fakfak Letkol Inf.Tri Handoko Wicaksono memimpin pasukan aparat gabungan guna mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan melaksanakan evakuasi warga yang mengamankan diri ke dalam hutan.
Aparat gabungan personel Polres Fakfak beserta personel Kodim 1803/Fakfak tiba di Distrik Kramomongga langsung mengevakuasi warga yang dikumpulkan di didalam Gereja Katolik Santo Petrus Kramomongga.
Akibat dari peristiwa penganiayaan dan pengerusakan yang dilakukan mengakibatkan Kepala distrik Kramomongga Darson Hegemur mengalami kritis akibat luka yang dialami kemudian dilarikan ke RSUD Fakfak namun nyawanya tidak dapat diselamatkan dan menghenbuskan nafas terahir (Meninggal Dunia) di RSUD fakfak.
Kerugian materi dari peristiwa ini diantaranya, Bangunan Kantor Distrik Kramamongga dan Bangunan SMP 4 Kramongga dibakar pelaku.
Kerugian lainnya juga, Pelaku membakar 1 unit truk dan 1 unit Mobil Pick Up didepan kantor Distrik Kramomongga, selain itu 2 unit Motor Metick yang juga dibakar digarasi Distrik Kramamongga serta 1 unit Truck masyarakat yg melintas di depan SMP 4 Kramamongga.
Kapolres Fakfak AKBP Hendriyana,SE.MH mengatakan, Berdasarkan keterangan saksi yang didapat, yakni sekitar pukul 19.30 Wit pelaku yang berjumlah sekitar 20 orang yang membawa alat tajam berupa parang, tombak dan panah dan selanjutnya pelaku menggunakan Cadar langsung menuju kantor Distrik Kramamongga melakukan pengerusakan, Pembakaran Kantor dan kendaraan serta langsung melakukan penganiayaan kepada Kepala Distrik
“Sampai saat ini Personel gabungan Polres Fakfak dan Kodim 1803 Fakfak masih kami siagakan di Distrik Kramomongga guna menjaga situasi,” ujar Hendriyana
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Fakfak agar tidak mudah terprovokasi serta tidak menyebar luaskan foto kekerasan terhadap korban dan percayakan penanganan penyelidikan kasus ini kepada kami,” tandasnya














