Reporter : Nopri
MENTOK, Mattanews.co – Keberadaan kapal penangkap ikan menggunakan Trawl atau pukat Harimau telah membuat resah para nelayan tradisional yang berada di kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Menurut Hanif, salah seorang nelayan ketika ditemui Mattanews.co mengatakan, keberadaan kapal trawl tersebut telah berlangsung selama hampir 4 (empat) tahun lamanya. Namun dulu jumlahnya tidak sebanyak sekarang.
Dan setelah jumlah kapal trawl tersebut semakin meningkat beberapa tahun belakangan, kini keberadaan kapal trawl tersebut mulai mengganggu aktivitas serta pendapatan para nelayan lokal.
“Terumbu karang banyak yang rusak pak, dulu kami tidak perlu melaut terlalu jauh untuk mendapat ikan, tapi sekarang kami harus melaut lebih jauh lagi untuk bisa mendapat ikan. Dan itu pun hasil yang kami dapat tetap tidak maksimal,” ungkap Hanif pada Rabu (25/09/2019)
Hanif menambahkan, jika dirinya pernah menyampaikan keluhan ini kepada pihak terkait, namun hingga kini belum juga ada tindakan yang berarti.
Hal senada disampaikan Ferizal, salah seorang rekan Hanif. Menurut pria asli Kota Mentok ini, keberadaan kapal ini sudah sangat mengganggu. Bukan saja mengurangi jumlah tangkapan ikan nelayan lokal, namun juga sudah membahayakan.
“Jika dilaut kita kasih kode senter, mereka bukannya berhenti, malah menghampiri kita seolah mau menabrak kapal kita,” jelas Ferizal.
Sementara itu, ketika dihubungi beberapa waktu yang lalu, Kabid Perikanan Tangkap pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangka Barat, Yogi mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan nelayan perihal adanya aktivitas penangkapan ikan yang menggunakan Trawl.
“Kita sudah mendapat laporan, dan sudah kita lanjutkan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi karena kewenangan ada disana,” ujar Yogi.
Editor : Anang














