MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG- Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tulungagung Provinsi Jawa Timur Rahadi Puspita Bintara, S.E., M.Si., secara resmi membuka Parade Kentrung Siswa sekaligus meresmikan Galeri Batik Ciprat Arsiduta di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kedungwaru setempat, Selasa (29/4/2025) Sore.
Dalam sambutannya, Pria kerap disapa Pipit mengatakan ia mengaku bangga dan sangat mengapresiasi saat menyaksikan kreativitas dan semangat anak-anak dalam melestarikan budaya bangsa melalui seni kentrung yang menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya sekedar pertunjukan seni, namun merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai profil pelajar Pancasila.
“Proyek P5 yang kita jalankan bertujuan untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berbudaya, dan mampu menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan identitas bangsa,” katanya.
Mantan Camat Ngunut Kabupaten Tulungagung menambahkan melalui parade kentrung siswa SMP Negeri 1 Kedungwaru, pihaknya mengajak semuanya melihat bahwa, pelajar Indonesia mampu berkarya, berkreativitas, sekaligus menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.
Selain itu, sambung dia, terkait dengan batik ciprat Arsiduta, menurutnya merupakan salah satu karya seni yang unik penuh kreativitas dan menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa yang mana dengan teknik ciprat yang sederhana tetapi penuh makna, mencerminkan bahwa seni batik ciprat dapat menghasilkan keindahan spontanitas, sekaligus memberikan pesan bahwa setiap goresan memiliki nilai dan cerita tersendiri.
“Kegiatan ini merupakan sebuah inisiatif yang patut kita apresiasi bersama dengan semangat melestarikan budaya dan kearifan lokal,” tambahnya.
Lebih lanjut Pipit menjelaskan bahwasanya kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat jati diri bangsa sebagai warisan budaya tak benda yang telah diakui oleh dunia.
Adapun tujuan dari kegiatan ini, jelas dia, bukan sekadar hanya untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga mengajarkan pada kita semua khususnya siswa-siswi SMP Negeri 1 Kedungwaru bahwa kesenian kentrung dan batik ciprat dapat menjadi media pemberdayaan dan membangkitkan semangat kewirausahaan.
“Kesenian kentrung dan Batik Ciprat tidak hanya indah secara visual tetapi juga mampu menciptakan daya tarik pasar lokal maupun Global. Oleh karena itu saya mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendorong perkembangan kesenian kentrung dan batik ciprat sebagai salah satu identitas unggulan daerah kita,” terangnya.
“Untuk seluruh siswa-siswi SMPN 1 kedungwaru saya ucapkan selamat berproses dan berkreasi, jadikan kegiatan ini sebagai ruang belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat jejaring antar siswa,” imbuhnya.
“Saya berharap hasil karya yang dihasilkan nantinya tidak hanya mencerminkan keindahan seni tetapi juga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, manfaatkan kegiatan ini sebagai ruang untuk belajar dan mengekspresikan kreativitas,” tandasnya.
Tempat sama, Kepala SMP Negeri 1 Kedungwaru Kabupaten Tulungagung Dr. Sri Wahyuni, M.Pd., menuturkan bahwasanya kegiatan ini merupakan program Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada Kurikulum Merdeka dalam dimensi Kebhinekaan global dengan mengusung kearifan lokal di Tulungagung berupa seni kentrung yang keberadaannya mulai surut terkikis oleh perubahan jaman.
Kentrung khas Tulungagung ini , kata dia, layak diketahui anak-anak karena kesenian kentrung punya tujuan yang luar biasa.
“Kegiatan parade kentrung ini adalah hasil dari asesmen melalui pembelajaran P5, yang mana para guru yang saat ini menjadi fasilitator seni kentrung tidak serta merta langsung bisa menjadi seorang guru kentrung, tetapi bekerja sama dengan kelompok seni kentrung untuk memberikan materi kentrung tersebut kepada para guru yang kemudian materi seni kentrung tersebut ditransformasikan kepada siswa-siswi SMP Negeri 1 Kedungwaru,” tuturnya.
“Awalnya kami merasa, apa bisa ya anak anak bermain kentrung, Alhamdulillah atas kerjasama yang luar biasa ini, sore ini para undangan akan mengetahui bagaimana kehebatan siswa-siswi SMP Negeri 1 Kedungwaru dalam menampilkan seni kentrung khas Tulungagung,” sambungnya.
“Parade kentrung ini menampilkan 10 kelompok yang diwakili dari kelas 9 kelas 8 dan kelas 7. Di puncak acara nanti juga akan kami suguhkan penampilan seni kentrung jedor dari kelompok bapak dan ibu guru yang sudah purna,” katanya menambahkan.














