* Terkait kasus perundungan anak kelas 5 hingga kini masih trauma
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Bergulirnya peristiwa perundungan anak kelas 5, hingga menyebabkan MX (10) trauma, akhirnya membuat Kepala Sekolah SD Manggala, Jalan Kapten Marzuki No.498, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, angkat bicara, Jumat (9/8/2024).
“Kedua wali murid, baik keluarga korban maupun terlapor sudah kami panggil untuk di mediasi. CM anak yang diduga melakukan perundungan sudah di skorsing, namun kami juga tidak tahu kenapa MX sampai kini belum juga sekolah,” ujar Sugianto, kepada awak media.
Dikatakan Sugianto, sesaat usai kejadian pemukulan, wali kelas sudah memeriksa kondisi korban MX.
“Waktu itu, wali kelas sudah memeriksa tubuh korban. Tidak ada luka memar yang serius, anak itu baik-baik saja, kita juga sudah konfirmasi ke orang tuanya seperti itu,” jelasnya.
Dijelaskan Kepala Sekolah, peristiwa perundungan itu berawal saat jam istirahat, di Lapangan Olahraga lantai 5, Senin, 05 Agustus 2024 jam 12.00 WIB.
“Saat itu korban MX menemui temannya berinisial CL. Lalu CL mendekati pelaku CM yang juga sedang bermain bola, CM dan korban sempat mengobrol, lalu datang juga CL menghampiri CM dan membuat masker CM terjatuh, lantas korban MX menertawakan sambil melompat-lompat. Imbas dari ditertawaan inilah, CM melakukan tindakan pemukulan terhadap korban MX yang terekam di kamera CCTV. CM ini melakukan pemukulan terhadap MX sebanyak dua kali di pundak sebelah kiri, lalu dipisahkan oleh CL, lalu CM menghampiri MX lagi dan menendang MX di area paha atas, lalu mereka bertiga keluar lapangan,” paparnya.
Disinggung apakah ada laporan korban perundungan lainnya, Sugianto menjelaskan baru termonitor ini saja.
“Karena masalah ini sudah masuk dalam ranah kepolisian. Tindakan juga sudah kita berikan skorsing kepada CM,” tukasnya.














