Kepsek SMKN 1 Rangas : Syarat untuk Mengikuti PTM Semua Siswa Wajib Divaksin

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, SULBAR – Syarat Pemlajaran Tatap Muka (PTM), siswa siswi Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Rangas wajib ikut vaksin. Pelaksanaan vaksinasi massal perdana di laksanakan di pelataran gedung sekolah SMKN 1 rangas kabupaten Mamuju Sulbar, kamis (16/9/2021). Pelaksanaan Vaksinasi massal tersebut bekerjasama Puskesmas Rangas, Polresta Mamuju dan dinas terkait yang di ikuti para siswa siswa SMKN 1 rangas dari 9 jurusan.

“Jadi kita di himbau untuk melakukan Vaksin bagi siswa, tapi ini kan sifatnya suka relah. Bagaimanapun juga kita harus mengsukseskan program pemerintah dalam hal bagaimana meminimalisir penyebaran vaksin di indonesia salahsatunya adalah kegiatan vaksin massal yang kita datangkan di sekolah,” kata kepsek SMKN 1 Rangas, H
Mahmud.

Bacaan Lainnya

Dia mengatakan vaksinasi massal ini di laksanakan sesuai dengan himbauan pemerintah, bahwa salah satu syarat untuk membuka proses pembelajaran tatap muka semua peserta didik untuk di Vaksin.

“Sesuai edaran pemerintah bahwa salahsatu syarat untuk pembelajaran tatap muka di pastikan bahwa semua peserta didik itu di Vaksin, kalau pun misalnya tidak bisa maka itu harus dia bisa menunjukan surat keterangan dari panitia Vaksin.

“Kami sudah sampaikan bahwa salahsatu syarat mengikuti tatap muka adalah harus bisa menunjukan sertifikasi Vaksin, itu yang kami sampaikan. Atau surat keterangan tidak bisa di Vaksin, artinya bersedia atau tidak mestinya menghadap ke petugas kesehatan menyampaikan bahwa ada keluhan saya, dan ketika dia ada keluhannya maka ia akan di kasi surat keterangan,” ujarnya.

Dia juga mengatakan berdasarkan data Dapodik SMKN 1 rangas memiliki peserta didik sebanyak 1074 siswa dari 9 jurusan.

“Dari 1074 siswa bersedia untuk di Vaksin hanya sekitar 300 anak, yang menyatakan kesediaanya di Vaksin, jadi sifatnya bukan paksaan dan memang ada juga yang melakukan Vaksin di luar, ada yang melakukan Vaksin di daerahnya, ada yang melakukan Vaksin di tenpat-tenpat yang sudah di buka oleh pemerintah,” ujarnya.

Selain itu kepsek SMKN 1 Rangas itu mengaku bahwa agak rumit memang ketika peserta didik yang ada di SMKN 1 rangas ini tidak bersedia untuk di Vaksin.

“SMK ini agak rumit ketika mereka tidak bersedia di Vaksin karena kebijakan bukan hanya di kita, kita kan bekerjasama dengan industri, karena industri tidak menerimah ketika anak itu tidak ter Vaksin, menerimah untuk prakerin.

“Jadi mau tidak mau ya anak-anak itu harus bagaimana untuk bersiap, sepanjang tidak ada penyakitnya karena kita juga sudah mengatakan bahwa ketika punya penyakit bawaan jangan di Vaksin,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait