BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Khusyuk Tabur Bunga di TMP Manalo Marajuang, Kapolres: Pahlawan Wafat, Semangatnya Hidup di Dada Bhayangkara

×

Khusyuk Tabur Bunga di TMP Manalo Marajuang, Kapolres: Pahlawan Wafat, Semangatnya Hidup di Dada Bhayangkara

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Suasana haru menyelimuti Taman Makam Pahlawan Manalo Marajuang Putussibau, Senin, 22 Juni 2026. Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda, memimpin langsung Upacara Ziarah Rombongan dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

Tabur bunga di pusara pejuang jadi pengingat bahwa kemerdekaan ditebus dengan darah dan nyawa.

“Setiap kelopak bunga yang kami taburkan hari ini adalah simbol penghargaan mendalam atas jasa, pengorbanan, dan perjuangan para pahlawan dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia,” tegas AKBP Roberto Aprianto Uda usai memimpin upacara.

*Inspektur Upacara, Kapolres Pimpin Penghormatan Tertinggi*

Sejak pagi, pasukan upacara sudah bersiap di pelataran TMP. Mereka terdiri dari personel Polres Kapuas Hulu, personel Polsek Putussibau Selatan, dan personel Polsek Putussibau Utara.

Dengan sikap sempurna, mereka memberi penghormatan tertinggi untuk para syuhada bangsa.

AKBP Roberto Aprianto Uda bertindak sebagai inspektur upacara. Didampingi Ibu Ketua Bhayangkari Cabang Kapuas Hulu, Wakapolres, para Pejabat Utama, dan para perwira, Kapolres memimpin seluruh rangkaian prosesi.

Upacara diawali laporan komandan upacara, dilanjutkan penghormatan kepada arwah para pahlawan.

Saat terompet mengheningkan cipta berkumandang, seluruh peserta menundukkan kepala. Hening. Hanya desir angin dan kepak bendera Merah Putih yang terdengar, seolah alam ikut mengenang.

*Peletakan Karangan Bunga dan Tabur Bunga Penuh Takzim*

Usai mengheningkan cipta, AKBP Roberto Aprianto Uda meletakkan karangan bunga di monumen TMP Manalo Marajuang.

Perlahan, dengan langkah tegap, karangan bunga bertuliskan “Hormat Kami, Polres Kapuas Hulu” diletakkan di kaki monumen.

Rangkaian dilanjutkan dengan tabur bunga. Kapolres bersama rombongan berjalan menuju pusara para pahlawan. Satu per satu makam disinggahi. Kelopak bunga merah putih ditaburkan di atas nisan, diiringi doa dalam hati.

“Pahlawan boleh wafat, tapi semangatnya harus tetap hidup di dada setiap Bhayangkara. Itu pesan yang kami bawa pulang dari TMP hari ini,” ujar AKBP Roberto.

*AKBP Roberto A Uda: Ini Refleksi, Bukan Seremoni*

Kapolres menegaskan, ziarah makam pahlawan bukan agenda seremonial tahunan semata. Bagi Polres Kapuas Hulu, ini adalah ruang refleksi untuk menakar kembali makna pengabdian.

“Kegiatan ziarah ini menjadi momentum refleksi bagi seluruh insan Bhayangkara untuk meneladani nilai-nilai keberanian, keikhlasan, loyalitas, dan semangat pengabdian tanpa pamrih yang telah diwariskan para pahlawan,” kata AKBP Roberto.

Ia mengingatkan seluruh anggota, jika dulu para pahlawan berjuang melawan penjajah dengan bambu runcing, kini polisi berjuang melawan kejahatan, narkoba, dan gangguan kamtibmas dengan integritas dan profesionalisme.

“Musuhnya beda, tapi semangatnya sama. Dulu untuk merdeka, sekarang untuk menjaga agar rakyat bisa hidup aman, damai, sejahtera. Itu esensi pengabdian Bhayangkara,” tegasnya.

*Tegaskan Komitmen ‘Polri untuk Masyarakat’ di Bhayangkara ke-80*

Menyinggung tema Hari Bhayangkara ke-80 “Polri untuk Masyarakat”, AKBP Roberto Aprianto Uda menyatakan Polres Kapuas Hulu akan terus berbenah.

Penghormatan terbaik kepada pahlawan adalah dengan memastikan rakyat merasakan kehadiran Polri.

“Semangat perjuangan para pahlawan akan selalu menjadi pengingat bahwa setiap tugas dan pengabdian yang dilakukan anggota Polri hari ini merupakan bagian dari upaya melanjutkan cita-cita luhur bangsa,” ucapnya.

Karena itu, ia memerintahkan seluruh jajaran untuk meningkatkan profesionalisme. Polri harus hadir sebagai pelindung ketika masyarakat resah, menjadi pengayom ketika masyarakat butuh arah, dan menjadi pelayan ketika masyarakat memerlukan bantuan.

“Jangan khianati darah pahlawan dengan kerja setengah hati. Jangan nodai seragam dengan pelanggaran. Jadikan TMP ini cermin. Mereka sudah berkorban nyawa, kita tinggal berkorban ego dan rasa lelah untuk melayani,” pesan AKBP Roberto. (*)