MATTANEWS.CO, ACEH TAMIANG- Komisi Independen Pemilihan (KIP) Kabupaten Aceh Tamiang menggelar debat publik calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2024. Acara berlangsung di Kantor Aula Kemenag Kabupaten setempat, Selasa (19/11/2024) malam.
Ketua Komisioner KIP Aceh Tamiang, Rita Afrianti saat membuka acara debat publik mengatakan, KIP Aceh Tamiang berkomitmen untuk mensukseskan pilkada serentak 2024 ini.
“Debat publik ini masuk dalam tahapan pilkada, sehingga seluruh komponen masyarakat dapat berpartisipasi dalam mensukseskan Pilkada,”ucapnya.
Dalam debat publik tersebut di undang 5 orang panelis yaitu, Dr. Ir. Syaifullah Muhammad, ST, M.Eng Dosen Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Ir. Syaifullah Muhammad ST, Dosen IAIN langsa, Dr. Muzakkir Samidan, SH, MH, Dosen Universitas Samudra, Dr. Nurlina, M.Si dan Dr. Liza Agnesta Krisna, SH, MH serta Dosen IAIN langsa, Dr. Alkaf, M.Si.
Dalam debat tersebut, calon Bupati dan Wakil Bupati, pasangan Armia Pahmi-Ismail mengatakan, akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya, memberikan kredit lunak bagi pelaku UMKM dan mendatangkan banyak investor untuk membangun Kabupaten Aceh Tamiang.
“Insyaallah kedepannya kami akan memberikan sport untuk UMKM dengan memberikan kredit lunak dan akan membuka lapangan kerja seluas luasnya juga mendatangkan banyak investor,” ujar Armia Pahmi.
Sedangkan dari bidang ekonomi, Armia Pahmi, berpendapat bahwa pemimpin itu wajib mensejahterakan rakyatnya dengan salah satu caranya membuka lapangan pekerjaan, hingga memberikan sport kepada pelaku usaha.
Sementara itu, calon wakil bupati, Ismail mengenai persoalan di bidang kesehatan, menyebutkan pelayanan bagi masyarakat masih kurang maksimal, itu disebabkan karena infrastruktur di rumah sakit umum daerah (RSUD) belum memadai atau mencukupi.
“Kita akan berupaya melengkapi semua nya, seperti alat-alat kesehatan dan juga obat obatan, tak hanya itu saja dikarenakan masih minimnya dokter spesialis dan juga yang perlu digaris bawahi keahlian dan kedisiplinan tenaga medis harus ditingkatkan jangan nantinya karena hal itu pelayanan kesehatan untuk masyarakat menjadi terganggu,” ungkapnya.
Menyingkapi kesetaraan gender, Ismail akan memberikan peluang yang sama bagi pria dan wanita. Seperti, kalau ada pemilihan kepala Dinas kita akan berikan peluang yang sama untuk pria dan wanita untuk bersaing tanpa memandang gender.
Dilihat dari sisi peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah), Armia Pahmi, akan berupaya semaksimal mungkin untuk mendapatkan penambahan PAD dengan cara melihat peluang peluang yang ada.
“Kedepannya kita akan berupaya mengelola sumur minyak tua di Aceh Tamiang dengan sebaik-baiknya, dengan cara mengajak anggota Dewan serta para tokoh untuk melakukan studi banding seperti ke provinsi Riau juga Kalimantan Timur, dimana nantinya insyaallah kedepannya sumur tua di Aceh Tamiang bisa menghasilkan PAD,” pungkasnya.














