MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Pagi di Bumi Uncak Kapuas terasa berbeda. Sorak sorai, musik senam, dan lautan seragam olahraga putih biru memadati halaman Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu. Minggu (30 Agustus 2026)
Hari ini sejarah kecil kembali ditulis. Pekan Olahraga (POR) dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 telah dilaksanakan.
Bukan sekadar upacara. Ini adalah pesta kebersamaan. Ini adalah napas baru bagi seluruh insan Adhyaksa di Kapuas Hulu untuk sejenak melepas beban, tertawa bersama, dan menguatkan barisan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Para Kasi dan Kasubag Pembinaan, Para Jaksa, Seluruh Pegawai, PPN Kejari Kapuas Hulu.
Dan tidak ketinggalan Ibu Ketua beserta jajaran pengurus dan anggota Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Kapuas Hulu. Semuanya menyatu dalam satu tujuan Merayakan HUT Kejaksaan dengan sehat dan kompak.
Dengan khidmat, Kajari Kapuas Hulu, I Ketut Suarbawa berdiri di depan barisan.
“Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul bersama di bumi Uncak Kapuas ini dalam keadaan sehat walafiat untuk melaksanakan kegiatan Pekan Olahraga Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Ke-81,” ucap Kajari.
Detik paling emosional terjadi saat Kajari melepas balon ke langit Putussibau. Balon warna-warni itu menjadi simbol harapan agar Kejaksaan terus melambung, semakin dekat dengan rakyat, dan semakin kuat dalam mengabdi.
Di tengah tepuk tangan, Kajari menyampaikan pesan yang menohok. Ia menolak POR dimaknai sempit.
“Pekan Olahraga ini bukan sekadar agenda rutin untuk mencari pemenang atau juara di setiap cabang olahraga. Lebih dari itu, momentum POR ini merupakan wadah bagi kita semua untuk melepas penat sejenak dari rutinitas kedinasan yang padat, sekaligus sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, memupuk rasa kebersamaan, rasa persaudaraan, dan kekompakan di antara korps Adhyaksa di Kapuas Hulu,” tegas I Ketut Suarbawa.
Bagi Kajari, di balik tumpukan berkas perkara dan jadwal persidangan yang padat, insan Adhyaksa juga manusia. Butuh ruang untuk tertawa, untuk berkeringat, untuk saling menyapa tanpa sekat jabatan.
Pidato Kajari semakin menggelora saat menyinggung masa depan institusi.
“Institusi yang kuat membutuhkan insan Adhyaksa yang tidak hanya cerdas dan berintegritas dalam penegakan hukum, tetapi juga memiliki tubuh yang sehat dan jiwa yang tangguh. Melalui olahraga, kita menanamkan nilai-nilai penting yang sangat relevan dengan tugas kita sehari-hari, yaitu kejujuran, disiplin, kerja sama tim, dan semangat pantang menyerah,” jelas Kajari.
Ia menegaskan, seorang Jaksa yang tumbang karena sakit, tidak akan bisa membela keadilan. Seorang pegawai yang lemah semangat, tidak akan mampu melayani masyarakat dengan prima.
Sebelum melepas peserta Jalan Sehat, Kajari menitipkan 3 amanah pertama Junjung tinggi sportivitas.
“Kemenangan sejati didapatkan dengan cara yang jujur dan terhormat. Jangan menang dengan cara yang mengorbankan persaudaraan, “tuturnya.
Kedua, utamakan keselamatan dan kebersamaan. “Ingat, lawan bertanding kita hari ini adalah rekan kerja kita sendiri. Setelah peluit akhir, kita kembali satu tim, “kata Kajari.
Dan yang terakhir, jadikan ini penyegar jiwa. “Gunakan ajang ini sebagai sarana hiburan yang positif guna menyegarkan kembali pikiran agar kita siap kembali bekerja membangun daerah dengan performa terbaik.”pesan Kajari.
” Kepada seluruh jajaran Kejaksaan Negeri Kapuas Hulu, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kerja keras dan dedikasinya dalam mempersiapkan acara ini sehingga dapat berjalan dengan baik,” tambah Kajari.
Usai pelepasan balon, peserta bergerak. Rute Jalan Sehat mengelilingi jantung Kota Putussibau. Kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama. Gerakan kompak, tawa lepas, dan keringat yang bercucuran menjadi bukti di Kejari Kapuas Hulu, kekompakan bukan hanya slogan.
Menutup acara, Kajari kembali membakar semangat.
“Selamat bertanding, jaga kekompakan, dan kobarkan semangat Adhyaksa!, “pungkasnya mengakhiri. (*)














