BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Kota Malang Bersiap Menuju Adipura, Tranformasi dan Komitmen Bersama Jadi Kunci Utama

×

Kota Malang Bersiap Menuju Adipura, Tranformasi dan Komitmen Bersama Jadi Kunci Utama

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, MALANG – Masih dalam rangkaian HUT Kota Malang Ke – 112, Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang bakal menanti kejutan, salah satu impian dan capaiannya prestasi tersebut yaitu ‘Malang Kota Berseri Menuju Adipura Untuk Indonesia Asri’.

Tentunya capaian prestasi tersebut bukan hal yang sangat mudah, namun bukan mustahil bila seluruh aspek bisa dilakukan maka suatu kehormatan besar dan membawa nama harum bagi Kota Malang di kancah Nasional.

Selain itu, Pemkot Malang juga memberikan apresiasi penghargaan bagi sejumlah penggiat lingkungan yang dinilai konsisten menjaga keasrian, yang berlangsung di Gedung MCC, Kota Malang, Senin (11/5/2026).

Apresiasi ini diberikan sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi nyata mereka dalam tata kelola sampah.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan bahwa rangakain hari jadi Kota Malang ke-112 dengan mengusung tema salah satunya Bergerak Tuntas telah dilakukan oleh salah satu Dinas (DLH) karena saat ini mereka menyelesaikan permasalahan-permasalahan persampahan.

“Kita memberikan apresiasi kepada mereka yang sudah bekerja sedemikian rupa untuk menyelesaikan masalah sampah di Kota Malang, termasuk juga tadi mendapat apresiasi dari Deputi Kementrian Lingkungan Hidup,” jelas Wahyu.

Bahkan, Wahyu juga menyebut apresiasi dari Deputi Kementrian Lingkungan Hidup terkait dengan pengolahan sampah yang ada di Kota Malang dinilai sangat baik sekali.

“Dan nanti di tahun 2027, Kota Malang Insyaallah apabila tetap mempertahankan kondisi seperti ini, kita akan mendapatkan Piala Adipura 2027,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, Wali Kota Malang meminta dukungan semua pihak untuk mempersebahkan Piala Adipura di Kota Malang.

“Untuk itu perlunya kesadaran masyarakat mengatasi permasalahan sampah, dan bukan mereka sadar karena ada sangsi ya, tetapi kesadaran dimulai dari pribadi untuk di hulu ini memilah sampah organik dan non organik,” ujarnya.

Sementara itu, Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran, menegaskan bahwa semua unsur yang terlibat secara langsung mulai dari pegiat lingkungan, elemen masyarakat, mulai dari unsur sekolah, kampung lingkungan, bank sampah, penggiat mandiri, sektor usaha, hingga perguruan tinggi merupakan pilar utama yang membantu Kota Malang menuju raihan Adipura.

“Kegiatan ini juga membangun kesepahaman dan komitmen untuk terus menghadirkan transformasi nyata menuju kota bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan,” tegas Raymond.

Raymond juga menyampaikan terimakasih kepada para pelaku usaha yang telah berkontribusi nyata memberikan dukungan penguatan sarana dan prasarana persampahan secara menyeluruh. Mulai dari sistem pengangkutan, pengolahan, hingga pengelolaan residu sampah akan diperbaiki secara bertahap.

“Seluruh pengelolaan sampah mulai dari hulu sampai hilir akan diperkuat. Jadi perubahan sistem pengelolaan sampah di Kota Malang nanti akan ditopang melalui program ini,” jelasnya.

Sebelumnya, DLH Kota Malang telah melakukan penilaian ketat berdasarkan inovasi, konsistensi, aktif, serta dampak positif yang dihasilkan dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Langkah ini penting mengingat Kota Malang menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah seiring pertumbuhan ekonomi dan kepadatan penduduk.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi momentum penting bagi Kota Malang dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah modern dari hulu hingga hilir.

“Awalnya Kota Malang masuk 30 besar kota di Indonesia dalam program RSGP. Setelah dilakukan penilaian lanjutan, sekarang kita berhasil masuk 10 besar nasional,” tandasnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, DLH kini fokus pada pengurangan sampah dari sumbernya.

Strategi ini mencakup penguatan bank sampah hingga kolaborasi dengan dunia usaha melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP).