MATTANEWS.CO,FAKFAK – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia beserta istri tercinta dan anak anaknya yang berkesempatan melaksanakan hari raya idul Fitri di kabupaten Fakfak sekaligus melakukan kunjungan kerja (Kunker) Kampung Fior Distrik Arguni, Jumat (6/5/2022).
Bahlil Lahadalia dalam kunjungan kerjanya bersama rombongan, juga didampingi oleh Bupati Fakfak untung Tamsil S.Sos, MS,i, Komandan Korem 182/JO, Kapolres Fakfak serta Danlanal disambut dengan antusias oleh masyarakat setempat dengan tipa hadrat.
Menteri Bahlil Lahadalia Lebih awal meninjau Lokasi yang ada di Kampung Rumbati Distrik Furwagi, yang juga merupakan salah satu lokasi yang dipertimbangkan sebagai lokasi Pupuk Kaltim dan melanjutkan perjalanan ke Kampung Ugar guna melaksanakan Sholat Jumat.
Setelah itu, menteri melanjutkan perjalanan meninjau Lokasi berikutnya yang direncanakan juga untuk pembagunan pupuk kaltim yakni di Kampung Fior, Distrik Arguni, kabupaten Fakfak.
Dalam sambutannya, Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa, suatu wilayah atau tempat akan maju dan berkembang bila di dukung dengan Investasi dan kerjasama dari semua pihak, Investasi akan membantu dan memperlancar pembangunan dan kemajuan suatu wilayah serta akan dapat banyak menyerap tenaga kerja sehingga perekonomian masyarakat suatu daerah akan berkembang dan maju.
Kata Dia, sesuai hasil rapat internal kabinet sudah diputuskan untuk Pabrik Pupuk Kaltim akan dibangunkan di Kabupaten Fakfak.
“Saya sendiri yang akan memimpin tim ini, sehingga tidak ada yang dilukai dalam proses investasi,” ujarnya
“Saya sudah ngomong sama pupuk kaltim agar hak hak rakyat diperhatikan, jangan ada sesuatu yang tidak terurai, dan masyarakat juga harus ada keseimbangan dengan pihak perusahaan,” lanjutnya.

lebih lanjut Dijelaskannya, Terkait Wilayah yang nantinya ditetapkan sebagai lokasi perusahaan, Nantinya akan diselesaikan semua Hak hak adat masyarakt atas wilayah yang masuk dalam areal pembangunan perusahaan.
Selain itu Bahlil Lahadalia juga mengungkapkan, nantinya jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan adalah sekitar 12 ribu dalam masa konstruksi 3 sampai 4 tahun.
“Bayangkan, dari 12 ribu karyawan itu makannya dari mana ?” tanya Bahlil.
“Saya minta juga agar pihak perusahan dapat membeli Sayur, ikan maupun udang dapat untuk dibeli dari masyarakat sekitar sehingga masyarakat dapat merasakan uangnya sendiri, dan itu pengusahanya harus anak Fakfak,” tandasnya
Berikutnya setelah selesai masa kontruksi, karyawan tetap yang nantinya di perusahaan adalah sekitar 4 ribu orang.
Dari 4 ribu orang di kali 3, yang terdiri dari istri dan anak, maka 12 ribu orang yang nantinya ada didalam lokasi perusahan, sehingga masyarakat terus untuk menyuplai hasil darat dan lautnya kepada mereka.
“Jadi ini kita pikirkan untuk harus ada kesepakan dan mengetahui kementerian, agar masyarakat tidak tertipu, jadi kehadiran investasi ini rakyat harus mendapat manfaat lebih baik,” tutupnya














