MATTANEWS.CO, PALI – Di tengah kepungan 1.300 titik hotspot dan asap karhutla yang menyelimuti Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), ada aksi nyata yang patut diacungi jempol.
Pertamina EP Pendopo Field, yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 4, tidak tinggal diam. Demi memperkuat sinergi dan respon cepat dalam mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), perusahaan migas pelat merah itu ikut serta langsung dalam upaya penanganan karhutla di PALI melalui Program Desa Tangguh Bencana (Destana), Jumat (23/10/2026).
Jika biasanya perusahaan hanya memberikan bantuan logistik, kali ini PEP Pendopo Field turun langsung membentuk dan melatih masyarakat agar bisa melawan api di desanya sendiri.
Benakat Minyak Jadi Desa Percontohan Tangguh Karhutla
Desa yang dipilih adalah Desa Benakat Minyak. Secara geografis, desa ini memang menghadapi risiko yang relatif tinggi terhadap ancaman karhutla. Lahan gambut dan semak belukar yang luas membuat desa ini langganan titik api setiap musim kemarau.
Oleh karena itu, PEP Pendopo Field membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi potensi karhutla sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.
“Secara geografis, masyarakat Desa Benakat Minyak menghadapi risiko relatif tinggi terhadap ancaman karhutla. Oleh karena itu, PEP Pendopo Field membekali warga dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi potensi karhutla,” ucap Senior Manager Pertamina EP Pendopo Field, Hermansyah.
Pelatihan ini diikuti oleh 26 peserta, termasuk 12 orang yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Desa Tangguh Bencana. Mereka adalah warga pilihan yang siap menjadi garda terdepan di desanya.
Menggandeng BPBD PALI, PEP Pendopo Field memberikan pelatihan yang sangat komprehensif. Tidak hanya teori di kelas, tapi juga praktik langsung di lapangan.
Peserta pelatihan diajak mengenali alat pelindung diri (APD) dan peralatan pemadam kebakaran, mulai dari cara memakai baju tahan api, helm, hingga cara menggunakan tank semprot dan mesin pompa dengan benar.
Puncaknya adalah simulasi. Dalam simulasi tersebut, peserta menjalankan skenario penanganan kebakaran yang sesungguhnya. Mulai dari koordinasi awal saat ada laporan api, persiapan personel dan peralatan, penggunaan APD, komunikasi antaranggota menggunakan handy talkie, hingga pelaksanaan pemadaman.
Simulasi ini menjadi ruang untuk menguji apakah SOP yang telah disusun dapat diterapkan secara nyata saat kebakaran betulan terjadi. Warga terlihat sangat antusias dan serius mengikuti setiap instruksi dari narasumber BPBD PALI.
Tak Hanya Latih, PEP Juga Beri Bantuan Alat Lengkap
Selain pemberian materi dan praktik, PEP Pendopo Field juga tidak pelit soal peralatan. Perusahaan memberikan dukungan peralatan pemadaman kebakaran lengkap kepada Satuan Tugas Desa Tangguh Bencana di Desa Benakat Minyak.
Bantuan tersebut terdiri atas:
– 4 set seragam pemadam kebakaran
– 13 buah jas hujan
– 1 set tas P3K beserta isinya
– 2 lampu sorot kepala
– 3 unit tank semprot
– 13 buah topi relawan
– 13 pasang sepatu boot
– 3 unit handy talkie (HT)
Dengan bantuan ini, Satgas Destana Benakat Minyak kini sudah siap siaga 24 jam. Jika ada titik api di sekitar desa, mereka bisa langsung bergerak cepat tanpa harus menunggu bantuan dari kabupaten yang jaraknya jauh.
Aksi Nyata: 146 Kali Terjun Padamkan Api, Siagakan 14 Personel & 5 Truk Damkar
Aksi Destana ini hanyalah satu dari sekian banyak aksi nyata PEP Pendopo Field dalam melawan karhutla di PALI.
Sejak Sumatera Selatan dilanda kemarau panjang dan karhutla terjadi di berbagai wilayah, PEP Pendopo Field hadir di tengah masyarakat untuk membantu upaya penanganan bencana tersebut.
Perusahaan migas tersebut menyiagakan 14 orang personel terlatih beserta 5 unit truk pemadam kebakaran yang standby 24 jam.
Data yang paling mencengangkan: Sejak awal Agustus hingga 18 Oktober 2026, PEP Pendopo Field telah menerjunkan tim pemadam kebakaran sebanyak 146 kali untuk memadamkan karhutla di wilayah PALI. Sebuah angka yang luar biasa besar dan menunjukkan keseriusan perusahaan.
Perusahaan bahu-membahu bersama pemerintah daerah, BPBD PALI, TNI-Polri, dan masyarakat setempat untuk memadamkan karhutla.
“Karhutla menjadi tantangan bagi semua pihak dalam beberapa waktu terakhir. PEP Pendopo Field hadir di tengah masyarakat untuk membantu penanganan kebakaran di hutan dan lahan di sekitar wilayah operasi kami,” tutup Hermansyah.
Tentang PHR Zona 4
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang dipimpin oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). PHR Zona 4 mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu. PHR Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).














