PEMERINTAHAN

Lewat Puspaga, DP3AP2KB Hadir di Distrik Fakfak Timur Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak

×

Lewat Puspaga, DP3AP2KB Hadir di Distrik Fakfak Timur Perkuat Ketahanan Keluarga dan Perlindungan Anak

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, FAKFAK – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Fakfak terus memperkuat ketahanan keluarga, pemberdayaan perempuan, serta perlindungan anak melalui kegiatan Sosialisasi Layanan Bimbingan Masyarakat Keluarga dalam Mewujudkan Kesetaraan Gender (KG) dan Perlindungan Anak (PA), yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA). Kegiatan tersebut berlangsung di Distrik Fakfak Timur, dengan melibatkan masyarakat di kawasan pesisir Distrik Fakfak Timur, Selasa (3/11/2026),

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya kesetaraan gender, pemenuhan hak-hak anak, pola pengasuhan yang tepat, serta membangun keluarga yang harmonis, mandiri, dan sejahtera.

Kegiatan dibuka sekaligus ditutup oleh Kepala Distrik Fakfak Timur, Gani Samay. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada DP3AP2KB Kabupaten Fakfak yang telah hadir secara langsung memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya PUSPAGA dan perlindungan keluarga.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DP3AP2KB Kabupaten Fakfak, Idiana Totting, SKM., MM., serta Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Jubaedah Husein, S.Sos.

Dalam pemaparannya, Sekretaris DP3AP2KB, Idiana Totting, menekankan bahwa pemberdayaan perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan.

Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan dalam mengurus rumah tangga, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam meningkatkan pendapatan keluarga melalui berbagai kegiatan ekonomi produktif.

“Peran perempuan di kawasan pesisir sangat strategis, terutama dalam membantu meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga. Selain nelayan, pemanfaatan tanaman jangka pendek seperti cabai dan sayur-mayur serta pengolahan kerajinan lokal banyak dikelola oleh perempuan,” ujar Idiana Totting saat ditemui seusai kegiatan.

Ia menjelaskan, potensi ekonomi perempuan di wilayah Weri-Saharey perlu terus dikembangkan melalui pelatihan keterampilan berbasis kearifan lokal, seperti menganyam tomang dan menyulam kavbari atau tas khas perempuan Fakfak.

Keterampilan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal, tetapi juga berpotensi menghasilkan nilai ekonomi untuk membantu meningkatkan pendapatan dan kestabilan finansial keluarga.

Lebih lanjut, Idiana menjelaskan bahwa penguatan ketahanan keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya perlindungan perempuan dan anak. Melalui PUSPAGA, keluarga diharapkan memperoleh pemahaman dan pendampingan mengenai pola pengasuhan yang baik, komunikasi dalam keluarga, serta upaya mencegah berbagai persoalan yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengarusutamaan Gender (PUG), Jubaedah Husein, menjelaskan bahwa Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) merupakan layanan pembelajaran dan konsultasi keluarga yang bertujuan meningkatkan kemampuan orang tua dan anggota keluarga dalam mengasuh, mendidik, serta melindungi anak.

Menurutnya, keberadaan PUSPAGA sangat penting sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar mampu membangun keluarga yang harmonis, sehat, sejahtera, dan ramah anak.

Ia menambahkan, melalui sosialisasi PUSPAGA, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memenuhi hak anak, memberikan perhatian, pendidikan, kasih sayang, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Selain itu, pemahaman mengenai kesetaraan gender juga perlu ditanamkan dalam kehidupan rumah tangga sehingga perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan serta tanggung jawab yang seimbang dalam membangun keluarga.

Dalam kegiatan tersebut, aspek pemenuhan gizi keluarga turut menjadi perhatian, terutama sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. DP3AP2KB mengimbau masyarakat nelayan agar tidak seluruh hasil tangkapan laut dijual, tetapi sebagian dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak dan keluarga di rumah.

Di sisi lain, DP3AP2KB mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, salah satunya keterbatasan jumlah tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Kabupaten Fakfak.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, keberadaan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan kader Posyandu dinilai memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam menyampaikan informasi dan edukasi secara langsung kepada masyarakat.

“Metode yang paling efektif untuk menyampaikan pemahaman ini adalah pendekatan persuasif, yaitu mendatangi keluarga secara langsung per keluarga untuk memberikan bimbingan dan edukasi,” jelas Idiana.

Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri dan diamati langsung oleh anggota Tim 6 Ekspedisi Patriot Universitas Hasanuddin (UNHAS), yang saat ini tengah melakukan penelitian mengenai Pengembangan Sumber Daya Manusia melalui Pemberdayaan Wanita dalam Meningkatkan Pendapatan Keluarga Nelayan di Kawasan Weri-Saharey, Kabupaten Fakfak.

Kehadiran tim peneliti tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran, hasil kajian, serta rekomendasi strategis dalam mendukung pengembangan potensi perempuan pesisir, khususnya dalam meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga nelayan.

Melalui kegiatan ini, DP3AP2KB Kabupaten Fakfak berharap masyarakat semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam mewujudkan kesetaraan gender, memenuhi hak-hak anak, mencegah kekerasan, serta membangun lingkungan keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Dengan demikian, keberadaan PUSPAGA diharapkan dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk mewujudkan keluarga berkualitas, perempuan berdaya, dan anak-anak Fakfak yang terlindungi.

Penulis: Mokhsen