MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung mengirimkan 152 atlet pelajar untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Poparpeda) III Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Tak sekadar berpartisipasi, kontingen Kota Marmer itu mematok target sedikitnya 10 medali emas sekaligus menembus peringkat 10 besar tingkat provinsi.
Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin, S.M., M.M., di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bangsa, Selasa (3/11/2026).
Dalam arahannya, Ahmad Baharudin menegaskan bahwa para atlet yang diberangkatkan mengemban tanggung jawab besar untuk membawa dan mengharumkan nama Kabupaten Tulungagung di kancah olahraga Jawa Timur.
Ia meminta seluruh atlet tidak menganggap keikutsertaan dalam ajang tersebut sebagai kegiatan biasa, melainkan kesempatan untuk membuktikan hasil pembinaan olahraga sekaligus mempersembahkan prestasi terbaik bagi daerah.
“Panjenengan semua berangkat bukan untuk berekreasi, tetapi untuk berjuang demi nama baik Kabupaten Tulungagung. Saya serahkan perjuangan dan prestasi ini kepada para atlet, pelatih, serta ofisial. Tunjukkan bahwa atlet Tulungagung mampu menjadi juara,” tegasnya.
Selain menargetkan prestasi, Ahmad Baharudin juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap, kedisiplinan, dan sportivitas selama mengikuti pertandingan. Menurutnya, keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari jumlah medali yang diraih, tetapi juga dari karakter dan perilaku yang ditunjukkan.
Para atlet diminta mematuhi arahan pelatih dan ofisial, menjaga kekompakan, serta menghindari aktivitas di luar pengawasan pendamping yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun mencoreng nama baik daerah.
Persiapan fisik dan kesehatan juga menjadi perhatian. Ahmad mengingatkan seluruh kontingen agar menjaga kebugaran, mencukupi kebutuhan makan dan istirahat, serta mengatur energi selama kompetisi berlangsung.
“Jaga kesehatan, jaga perilaku, ikuti instruksi pelatih, dan selalu menjaga kekompakan. Pemerintah Kabupaten Tulungagung mendukung penuh perjuangan kalian. Kami mendoakan seluruh kontingen berangkat dan pulang dengan selamat serta membawa hasil terbaik,” ujarnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Tulungagung Farid Abadi, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Popda XV dan Poparpeda III merupakan bagian dari evaluasi pembinaan olahraga prestasi di kalangan pelajar.
Ajang tersebut tidak hanya menjadi arena persaingan untuk meraih medali, tetapi juga sarana membangun persatuan, persahabatan, dan semangat sportivitas antarpelajar dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Berdasarkan laporan panitia, total kontingen Tulungagung yang diberangkatkan mencapai 202 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 152 atlet, 26 pelatih, 24 ofisial, tiga fisioterapis, dan delapan panitia pendamping.
Pada Popda XV 2026, Tulungagung akan berkompetisi dalam 20 cabang olahraga (cabor), meliputi atletik, bulu tangkis, karate, menembak, mixed martial arts (MMA), panahan, panjat tebing, pentathlon, pencak silat, renang, selam, senam, sepak bola, taekwondo, tenis lapangan, tenis meja, tinju, bola voli indoor, dan wushu.
Sementara dalam Poparpeda III, kontingen Tulungagung mengikuti dua cabang olahraga, yakni para atletik dan para renang.
Keikutsertaan dalam ajang paralimpik pelajar tersebut sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memberikan kesempatan yang setara bagi pelajar penyandang disabilitas dalam mengembangkan kemampuan dan meraih prestasi di bidang olahraga.
Adapun pelaksanaan Popda XV tingkat Provinsi Jawa Timur berlangsung di Surabaya pada 29 Oktober hingga 5 November 2026 dan di Kabupaten Ngawi pada 4–11 November 2026. Sedangkan Poparpeda III dijadwalkan berlangsung pada 7–10 November 2026 di wilayah Madiun dan Magetan.
Untuk menunjang kelancaran kegiatan, Pemkab Tulungagung mengalokasikan anggaran melalui APBD pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pemuda dan Olahraga. Pembiayaan tersebut mencakup kebutuhan akomodasi, transportasi, konsumsi, hingga perlengkapan kontingen.
Dukungan anggaran ini menjadi bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan olahraga pelajar sekaligus membuka jalan bagi lahirnya atlet-atlet potensial yang mampu bersaing pada level lebih tinggi.
Pelepasan kontingen ditandai dengan pernyataan resmi pemberangkatan oleh Plt. Bupati Ahmad Baharudin yang diawali dengan mengucapkan basmalah.
Kini, target 10 medali emas dan posisi 10 besar menjadi tantangan yang harus dijawab melalui kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan ofisial. Pemerintah daerah telah memberikan dukungan, sementara para atlet mengemban tugas untuk membuktikannya di arena pertandingan.
Bukan sekadar membawa pulang medali, tetapi juga mengharumkan nama Tulungagung dengan prestasi, disiplin, dan sportivitas.














