BERITA TERKININUSANTARA

Lewati Jalur Tidak Resmi, 2 WNI Diserahkan Kepada Petugas Imigrasi di Badau

×

Lewati Jalur Tidak Resmi, 2 WNI Diserahkan Kepada Petugas Imigrasi di Badau

Sebarkan artikel ini
Petugas Imigrasi Nanga Badau telah menerima penyerahan 2 (dua) Warga Negara Indonesia ( WNI ) dari Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarmed 10 Brajamusti . Sabtu (1/7/ 2023) - (Foto: Humas - Bayu)

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Petugas Imigrasi Nanga Badau telah menerima penyerahan 2 (dua) Warga Negara Indonesia ( WNI ) dari Satgas Pamtas RI Malaysia Yonarmed 10 Brajamusti . Sabtu (1/7/ 2023)

Kedua WNI tersebut masing masing berinisial D (Lk) asal Nusa Tenggara Barat dan AMK (Lk) yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. WNI tersebut diamankan oleh petugas Satgas Pamtas RI Malaysia yang sedang berpatroli saat keduanya hendak masuk dari wilayah Malaysia ke wilayah Indonesia di Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu melalui jalur hutan ( jalur tidak resmi ).

Saat diperiksa oleh petugas Pamtas, keduanya tidak memiliki dokumen perjalanan ( paspor ) dan hanya memiliki identitas KTP Indonesia saja.

Melalui hasil pemeriksaan petugas Imigrasi di Badau, keduanya mengaku masuk ke wilayah Malaysia melalui jalur hutan dan sudah setahun bekerja di perkebunan sawit Malaysia. Selama WNI tersebut bekerja, keduanya mengaku tidak menerima gaji yang sesuai dan memutuskan kembali ke Indonesia melalui jalur hutan.

Petugas Imigrasi Badau yang menerima, Okie Zulfiansyah mengatakan akan berkomunikasi dengan pimpinan di Kantor Imigrasi Putussibau untuk tindak lanjut berikutnya.

“Saat ini keduanya telah selesai dilakukan pemeriksaan dan selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pimpinan di Kantor Imigrasi Putussibau untuk memulangkan keduanya ke daerah asalnya,” jelas Okie.

Dikatakan Okee, kasus WNI yang pulang melewati jalur tidak resmi, masih marak ditemukan di daerah perbatasan. Imigrasi Putussibau menghimbau kepada seluruh warga yang hendak bekerja di luar negeri agar mengikuti prosedur yang resmi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kasus seperti ini banyak ditemukan diluar negeri, banyak pekerja kita yang tidak dibayarkan gajinya saat bekerja dan paspornya ditahan oleh pihak yang mempekerjakan mereka sehingga mereka pulang melewati jalur hutan karena sudah tidak sanggup lagi bertahan untuk bekerja, “ujarnya.

Oleh karena itu, kata Okei kami menghimbau bekerjalah sesuai prosedur yang resmi agar tidak terjadi hal seperti ini. (*)