BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINE

Luthfi Bamala Nahkodai DPC HPDKI Purwakarta, Targetkan Garokgek Jadi Pusat Bibit Unggul dan Ekonomi Peternak

×

Luthfi Bamala Nahkodai DPC HPDKI Purwakarta, Targetkan Garokgek Jadi Pusat Bibit Unggul dan Ekonomi Peternak

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – DPC Himpunan Peternakan Domba dan Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Purwakarta resmi melantik pengurus baru periode 2026-2031 di Pamidangan Kidang Pananjung, Desa Parakan Garokgek, Kecamatan Kiarapedes, Minggu (30/8/2026).

Dalam kepengurusan baru ini, Luthfi Bamala resmi mengemban amanah sebagai Ketua DPC HPDKI Purwakarta setelah dilantik langsung oleh Ketua DPD HPDKI Jawa Barat, Denny Mulyadi.

Pelantikan tersebut dirangkaikan dengan gelaran Semi Kontes Domba se-Jawa Barat yang dihadiri oleh Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein, jajaran Muspika Kiarapedes, serta ratusan peternak.

Dari 600 ekor domba yang terdaftar, panitia membatasi 340 ekor (170 pasang) domba pilihan untuk tampil di arena pertandingan akibat keterbatasan waktu.

Dalam pidato perdananya, Luthfi Bamala menegaskan komitmen HPDKI Purwakarta untuk menggenjot produksi bibit unggul lokal sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan.

“Kami ingin peternak Purwakarta terpacu melahirkan bibit-bibit unggul agar mampu bersaing secara nasional. Gelaran ini juga terbukti langsung menghidupkan roda ekonomi grassroots dan pedagang UMKM di sekitar lokasi,” ujar Luthfi. Minggu (30/08/2026).

Ketua DPD HPDKI Jawa Barat, Deni Mulyadi, mengapresiasi langkah pengurus baru dan mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara seni budaya dengan potensi budidaya konsumsi.

Menurutnya, Jawa Barat tidak boleh hanya unggul dalam Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG), tetapi juga harus memimpin di sektor daging dan produk olahan seperti susu kambing.

Saat ini, Jawa Barat mencatatkan populasi domba sekitar 2,3 juta ekor. Namun, peternak lokal dihadapkan pada tantangan efisiensi produksi agar mampu bersaing dengan peternak dari Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Untuk itu, DPD HPDKI tengah menyiapkan strategi rekayasa penekanan biaya produksi guna mendongkrak margin keuntungan peternak secara berkelanjutan.***

Penulis: Agus Sugianto
Editor: Redaksi