Reporter : Warto Warman
RAJA AMPAT, Mattanews.co– Geliat pesepakbola Raja Ampat kembali berpolemik setelah klub kebanggaan dijuluki Laskar Bahari Pesiram dijual. Lantaran mantan pemain Frans Freno Sauyai dan Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Wahab Warwey akhirnya angkat suara.
Menurut mantan pemain Persiram Raja Ampat Frans Freno Sauyai, mengatakan, kembalinya Persiram atau klub profesional untuk menampung bakat- bakat generasi mudah di Raja Ampat menjadi dambaan yang sangat besar.
“Saya dan senior-senior lain yang sering melatih anak-anak mudah di Raja Ampat ini, sangat berkeinginan agar ada wadah yang bisa kembali menampung bakat- bakat generasi mudah” Tutur Frans.
Karena sangat disayangkan, sepak bola yang menjadi olahraga yang sangat digemari dan sangat menjanjikan ini diabaikan dan dihilangkan begitu saja.
“Padahal dengan sepak bola juga pasti mengangkat dan membesarkan nama dari suatu daerah, baik nasional maupun internasional” ucapnya.
Dilanjutkannya Raja Ampat harus berkaca dari Persipura Jayapura, anak- anak muda disana tidak patah semangat untuk berlatih dan bersaing. Lantaran disana ada harapan besar untuk mereka bisa meraih mimpi dan cita-cita menjadi pemain profesional.
“Jadi kami meminta kepada pimpinan DPRD Raja Ampat untuk bisa mengangkat dan merebut kembali Persiram agar penyaluran bakat sepak bola dari generasi masa depan itu muaranya jelas” harapnya.
Lalu tanggapan serupa juga diungkap
Ketua DPRD Raja Ampat Abdul Wahab Warwey mengungkapkan, dibesarkannya Persiram karena menggunakan uang rakyat maka harus diusut sampai tuntas terkait persoalan penjualan klub sepak bola kebanggaan masyarakat Raja Ampat itu.
“Kalau dibangunnya Persiram itu pakai uang rakyat, berarti bukan cuma DPRD, semua masyarakat Raja Ampat dan pihak-pihak yang punya keinginan untuk Persiram kembali berjaya agar kita sama -sama menguak dan mengorek kembali persoalan penjualan Persiram itu sampai tuntas,” ujarnya
Dilanjutkannya, secara kelembagaan, akan dipanggil orang-orang yang berkompeten di dalam Persiram saat itu. Agar di memintai informasi dari mereka sehingga tidak terkesan kita dapat informasi biasa dari luar.
Sebenarnya piala Raja yang kita laksanakan itu sudah terkenal dan daerah lain pun sampai saat ini terus bertanya perkembangan dari turnamen ini.
“Piala Raja Itu sebenarnya sudah besar tapi kita sendiri tidak tau muarahnya kemana, seharusnya muaranya ke Persiram dan itu menjadi satu keharusan,”ujarnya
“Tentunya Sebagai pencinta sepak bola dan Manager di salah satu klub di Raja Ampat, saya berkeinginan supaya Persiram harus di rebut kembali,”tutupnya
Editor : Lintang














