Reporter : Nopri
PARIT TIGA, Mattanews.co – Merosotnya harga jual timah di kalangan penambang, selain menyebabkan para penambang enggan untuk melakukan aktivitas penambangan, ternyata juga berpengaruh pada jumlah transaksi di pasar tradisional di Kecamatan Parit Tiga, Bangka Barat Bangka Belitung.
Yanto Manteb, petugas keamanan di Pasar Parit Tiga mengatakan, sudah beberapa hari jumlah pengunjung dan pembeli kebutuhan bahan pokok menurun drastis.
“Sudah berapa hari sepi, apa lagi hari ini, tampak betul kalau jumlah pembeli yang datang ke pasar jauh berkurang. Rata-rata pedagang mengeluhkan hal yang sama. Padahal harga barang sudah stabil, tapi tetap aja sepi,” ujarnya, Kamis (19/3/2020)
Diungkapkan Leo, salah seorang penambang Timah, dia dan para penambang lainnya tetap enggan untuk kembali melakukan aktivitas penambangan timah, terutama di laut Dusun Penganak, Desa Air Gantang, Kecamatan Parit Tiga.
Mereka lebih memilih untuk tidak bekerja dulu sementara ini. Karena belum ada lagi kolektor yang mau membeli timahnya.
“Kalau pun ada harganya sangat murah, boro-boro bisa dapat duit, bisa nutup biaya operasional aja sudah lumayan,” ucapnya.
Editor : Nefri














