BERITA TERKINIHEADLINEPEMPROV SUMSEL

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Soal Inflasi

×

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Soal Inflasi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Menjelang akhir tahun, kecenderungan sejumlah harga bahan pangan akan mengalami kenaikan. Kepala daerah di kabupaten/kota di Sumatera Selatan (Sumsel) diminta melakukan langkah-langkah dan penanganan strategis.

“Segera lakukan langkah penanganan strategis, galakkan gerakan tanam, gerakan pangan murah (GPM) dan menyediakan anggaran  BTT,” ujar Pj Gubernur Sumsel, Agus Fatoni saat Rakor Pengendalian Inflasi yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian secara virtual, Senin (13/11/2023).

Dirinya meminta agar upaya penanganan inflasi dimaksimalkan agar lajunya terkendali. Termasuk dengan memperluas ekspansi Toko Kebutuhan Pokok (Kepo) di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel.

Selain di daerah, ia juga meminta seluruh OPD di lingkungan Pemprov Sumsel ikut melakukan langkah penanganan strategis dengan memaksimalkan gerakan bantuan pangan. “Dengan memaksimalkan anggaran-anggaran yang ada,” ujar Fatoni.

Mendagri Muhammad Tito Karnavian krmbali mengingatkan seluruh kepala daerah untuk serius menangani inflasi di wilayah masing-masing. Khususnya pada komoditi pangan, seperti cabai rawit, cabai merah, gula pasir dan beras.

“Di beberapa daerah sudah menggalakkan gerakan tanam di tanah kosong dan menggiatkan lagi petani cabai serta mendorong masyarakat perkotaan menanam secara hidroponik,” ujar Tito.

Mendagri juga mengingatkan daerah yang Indeks Perkembangan Harga (IPH) tinggi agar memberikan perhatian khusus dan melakukan pemantauan harga secara rutin. Ia juga meminta kepala daerah memperhatikan distribusi di pasaran dan menggalakkan gerakan pangan lokal selain beras.

“Galakkan diversifikasi pangan agar tidak hanya berpaku pada beras, tapi juga yang lain seperti ubi, ketela dan sorgum. Tinggal kita gerakkan saja, seperti di hotel-hotel bintang lima kita suka disajikan cornflake itu jadi makanan elit. Padahal ini terbuat dari jagung tumbuk. Kalau disini makan jagung akan turun kelas nah ini perlu ada kampanye pada masyarakat,” tukasnya.