Meski Pernah Gagal, Pemuda Ciamis Terus Kembangkan Budidaya Ikan Lele Sangkuriang

MATTANEWS.CO, CIAMIS – Budidaya ikan air tawar adalah peluang yang bisa dikembangkan, khususnya budidaya ikan lele. Seperti yang sedang dikembangkan oleh anak muda asal Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Seperti yang dilakukan Garin Tri Anugrah (22), seorang anak muda yang sedang mengembangkan budidaya ikan lele jenis sangkuriang di Dusun Nyalindung, RT/RW 01/01, Desa Lumbung Kecamatan Lumbung Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Bacaan Lainnya

Di usia yang terbilang masih muda, Garin sudah memiliki jiwa wirausaha dalam dirinya. Hal tersebut terlihat dari kegigihan Garin dalam berupaya berwirausaha.

Sebelumnya, Garin pernah mencoba budidaya ikan gurame, namun karena cuaca tidak cocok dan rentan dengan penyakit akhirnya ia mencari cara lain untuk terus berupaya. Salah satunya dengan cara budidaya ikan lele jenis sangkuriang.

Selain mudah, budidaya ikan lele ternyata lebih menguntungkan, pasalnya perputaran profit dan modal sangat cepat.

“Budidaya ikan lele ini alhamdulilah sudah berjalan 11 bulan, dan untuk kolamnya saya baru memiliki 7 kolam,” ucap Garin kepada Mattanews.co, Senin (11/10/2021).

Selain budidaya sendiri, Garin juga mengajak temannya yang berbeda lokasi, yaitu di daerah rawa untuk membudidaya ikan lele. Selain itu dia juga memperluas usahanya dengan bermitra dalam pengembangan budidaya ikan lele dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Mansur.

Para santri di Ponpes Al-Mansur juga sangat antusias dalam pengembangan budidaya ikan lele, karena menurut Garin, pemilik Pondok Pesantren juga sangat ingin memajukan pesantrennya di bidang peternakan.

“Alhamdulilah di Pondok Pesantren Al-Mansur juga saat ini sudah memiliki 9 kolam ikan lele,” ungkapnya.

Garin mengatakan, ia menekuni budidaya ikan lele tersebut dengan modal sendiri dan bekerja sendiri. Dengan modal terbatas, dia hanya mampu menjual eceran atau menjual ke bandar, dirinya belum pernah melakukan penjualan ke pasar.

Menurutnya, sempat ada permintaan partai besar, namun dirinya tidak menyanggupi karena keterbatasan modal.

“Kemarin-kemarin ada permintaan 200 ribu ekor per 1,5 bulan, namun karena keterbatasan kolam yang tidak mencukupi, akhirnya saya belum bisa menyanggupi permintaan itu,” jelasnya.

Untuk itu, dari hasil penjualannya saat ini, sebagian ia tabungkan untuk menambah kolam supaya bisa menampung 200 ribu ekor ikan lele.

“Harapan saya ke depan, anak-anak muda disini juga bisa ikut menggemari dalam budidaya ikan lele, supaya jika ada permintaan partai besar, kita sudah siap berapapun jumlahnya,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait