BERITA TERKINI

Nyalakan kembali Tungku Seni, Usaha Seniman Hadapi Terjangan Pandemi

×

Nyalakan kembali Tungku Seni, Usaha Seniman Hadapi Terjangan Pandemi

Sebarkan artikel ini
Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP) Iqbal Rudianto

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sudah setahun seluruh penjuru dunia ini luluh lantak diterjang badai pandemi Covid-19. Berbagai aktivitas yang menghidupkan roda perekonomian, semua seakan berhenti di tahun 2020 kemarin.

Bahkan sepanjang tahun 2020, jutaan orang di dunia sudah menjadi korban keganasan pandemi ini. Dan sudah tak terbilang lagi jumlah orang-orang yang sudah terpapar virus ganas ini.

Mau tidak mau, untuk menghentikan dan memutus rantai pandemi ini, seluruh negara di dunia menerapkan protokol kesehatan sebagai cara ampuh menghadapinya. Seperti menghindari kerumunan dan keramaian, yang secara otomatis membuat segala aktivitas masyarakat turun drastis.

Salah satunya adalah aktivitas seniman yang biasanya akrab sekali dengan kerumunan dan keramaian.  “Tahun kemarin (2020_red) adalah tahun paling gelap bagi dunia seni,” ungkap Iqbal Rudianto, Ketua Dewan Kesenian Palembang (DKP), saat ditemui di Guns Cafe Palembang, Jumat (5/2/2021).

Ia mengakui, kenyataan yang pahit itu seakan menjadi hulu ledak semangat DKP untuk berbalik arah memberikan bantuan yang terbaik bagi seniman Palembang.

Pria yang biasa disapa Didit itu menjelaskan, DKP sempat kebingungan di tahun itu, harus bagaimana melangkah dan menjaga iklim berkesenian agar tetap di tempat semestinya.

Berapa ribu seniman Palembang, harus berdamai dengan pandemi. Dan juga masih banyak orang-orang yang menggantungkan hidupnya pada dunia hiburan, harus menutup gudang peralatannya hingga rusak dan berdebu. Jutaan rupiah hilang saja, karena uang muka yang hilang saja karena kegiatan terhenti karena pandemi ini.

Di tahun itu, ungkap Didit, anggota DKP dibawah kepemimpinan berupaya mencarikan solusi dari kejadian itu, mencari bantuan disana sini, karena ia yakin betul di dalam jiwa kawan-kawan di kepengurusan DKP saat ini punya tanggung jawab moral terhadap seniman khususnya di Palembang.

“Abang bayangkan saja, tim DKP bergerak, mencari dana disana sini, mendata seniman, memberikan ribuan bantuan untuk pelaku seni di Palembang, tanpa menghiraukan keselamatan mereka sendiri,” ujar Didit.

Namun, lanjut Didit, itu pengalaman yang paling berharga untuk DKP, dan DKP tak akan berhenti untuk berbuat terbaik bagi seniman khususnya di Palembang.

Tahun 2021 ini, DKP mencoba menyulut kembali tungku seni menembus dinginnya pandemi, gerakan moril kali ini pihak DKP mengandeng Dinas Kebudayaan dan Dinas Pariwisata Palembang, dengan kembali menggelar event tahunan Sepekan Seni.

“Kita berupaya bangkit kembali, dan kami yakin, kita pasti mampu,” tegasnya.

Beliau menjelaskan event Sepekan Seni yang rencananya akan digelar 9 Maret 2021 ini, memang sedikit berbeda dari tahun sebelumnya, yang ramai dengan pengunjung dan pelaku seni. Pihak DKP sedang mengupayakan rumus baru untuk menegakkan pondasi berkesenian kembali di Palembang dengan menerapkan protokol kesehatan.

“Kami hanya ingin melihat senyum dan semangat seniman kembali lewat gelar karyanya,” harap Didit.

Rencananya pihak DKP juga akan menggaet seniman nasional untuk berkolaborasi dan melibatkan selebgram dan youtuber Palembang, serta pengamat seni yang akan kita fokuskan untuk workshop seni.

“Semoga, Allah meridhoi langkah ini, dan membakar lagi tungku berkesenian di Indonesia, khususnya di Palembang,” tutupnya.