MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Komisioner Bawaslu Muba dan Panwascam Keluang di serang oleh oknum caleg saat melakukan pemeriksaan.
Kejadian terjadi di kantor panwascam Keluang pada Senin, (25/3/2024). Bermula saat panwascam keluang Hendri Hatta melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan pelapor di dampingi komisioner bawaslu Muba Rico Roberto.
Semua berjalan lancar setelah memeriksa satu orang saksi dan selesai pukul 12.00 WIB, kemudian di lanjutkan sekitar pukul 14.00 WIB dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap pelapor JH yang juga Caleg DPRD Dapil Sumsel 9 dari partai PKB.
JH sendiri tidak kooperatif saat di lakukan pemeriksaan dirinya langsung berdiri dari tempat pemeriksaan dan berteriak dengan keras.
“Ikak Hakku(ini hak saya), Ngape kalian lame proses laporanku, PPK ikak kurang ajar nian (PPK ini kurang ajar sekali), ujar Hendri.
Saat marah di ruang pemeriksaan secara spontan segerombolan orang yang di bawa oleh JH masuk dari segala pintu, sekitar 30 orang memasuki ruangan tersebut dan melakukan penyerangan terhadap komisioner Bawaslu Muba Rico Roberto dan Ketua Panwascam Keluang Hendri, tambah Hendri.
Ketua Bawaslu Muba melalui kordiv Sdm Dian Sandi mengatakan bahwa saudara kami Rico Roberto dan staf turun ke panwascam Keluang sedang melakukan kewajiban profesi.
Dengan membawa surat resmi dari lembaga Bawaslu Muba untuk melakukan monitoring dan pengawasan proses penanganan pemilu.
Lebih lanjut, Dian Sandi juga menyayangkan kejadian yang menimpa komisioner Bawaslu Muba dan Panwascam Keluang, harusnya pihak pelapor jangan main anarki apalagi membawa masa untuk melakukan penyerangan.
“Dari fakta di lapangan yang seharusnya kita minta keterangan JH dan 2 orang saksi. Dia kan pelapor, Namun untuk apa JH itu bawa masa yang banyak. Ini menyangkut saudara kami dan lembaga kami, JH yang paling bertanggung jawab atas tragedi ini. Akan kami tuntaskan melalui jalur hukum, ucap Dian Sandi.
“Saat kejadian JH tidak sedikitpun mencoba untuk menghentikan amukan gerombolan orang tersebut, setelah saudara kami di pukuli baru dia menghentikan masa tersebut. Tidak hanya ada korban, kami juga mengalami kerugian meja 4 buah, 6 buah kursi, 1 laptop dan 2 ban komisioner di tusuk pisau serta banyak berkas yang hilang,. Saat ini saudara kami Rico masih terbaring lemah sesak saat narik napas dan Pak Hendri luka lebam dan gores” tambahnya.
Atas kejadian ini korban sudah melakukan visum dan melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polres Muba














