Operasi Tumpas Semeru 2021 Berhasil Ungkap 20 Kasus Narkoba dan 24 Tersangka

Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto didampingi Wakapolres Kompol Christopher Lebang Adhikara bersama Kasat Resnarkoba Iptu Didik Riyanto saat jumpa pres ungkap kasus, Rabu (15/9) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Kepolisian resor Tulungagung berhasil mengungkap 20 kasus Narkoba dalam Operasi Tumpas Semeru 2021 yang dilaksanakan mulai 1-12 September 2021.

Hal ini diungkapkan oleh Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto kepada awak media dalam pres rilis di halaman Mapolres setempat, Rabu (15/9/2021) Siang.

“Jadi begini, keseluruhan ada 20 kasus narkoba berhasil diungkap, rinciannya Satresnarkoba Polres Tulungagung ungkap 15 kasus sedangkan Polsek jajaran 5 kasus,” kata Alumnus Akpol 2001 itu.

“Sedangkan total jumlah tersangka ada 24 orang, 3 perempuan dan 21 pria, diantara tersangka tersebut ada 2 orang merupakan residivis pernah ditangkap dalam kasus yang sama, dari tangkapan ini paling banyak dari Kecamatan Ngunut,” imbuhnya.

Mantan Kapolres Nganjuk Polda Jawa Timur menjelaskan dalam Operasi Tumpas Semeru ini selain tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti (BB).

“BB tersebut diantaranya 32,04 gram sabu, 13.759 butir pil dobel L, 569 pil setelan, Rp. 1.786.000 uang tunai hasil transaksi narkoba, 13 pipet kaca, 2 timbangan digital, 22 Handphone, 10 alat isap (Bong red.) dan 2 sepeda motor,” terangnya.

Lebih lanjut Handono memaparkan dalam kasus tersebut ada 2 pasal yang diterapkan yaitu pasal 114 sub pasal 112 UURI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 197 Sub pasal 196 UURI No.36 tentang Kesehatan.

Dengan ancaman hukuman Pasal 114 ayat 1 UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, setiap orang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan Narkotika golongan 1, dipidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit  1 milyar rupiah dan paling banyak 10 milyar rupiah.

Pasal 114 ayat 2 UURI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, tindak pidana menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan atau menerima narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 Kg, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling singkat 6 Tahun dan paling lama 20 Tahun penjara.

Ancaman hukuman yang lain, kata Kapolres, adalah pasal 112 ayat 1 UURI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, setiap orang tanpa hak memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 jenis shabu, dipidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit 800 juta dan paling banyak 8 milyar.

Pasal 112 ayat 2 UURI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika, tindak pidana memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 jenis shabu yang beratnya melebihi 5 gram, pelaku dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Terakhir, pasal 197 sub pasal 196 UURI No.36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan sengaja mengedarkan sediaan farmasi tanpa ijin edar obat dan bahan yang berkhasiat obat berupa pil double L, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait