MATTANEWS.CO, PALI – Langkah senyap namun progresif Bupati Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Asgianto, ST kejar ketertinggalan dan atasi guncangan badai fiskal mulai tampak hasil nyata. Keberhasilan strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI lewat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) golkan kontrak pengelolaan sumur minyak Pertamina dinilai lompatan besar, bukan sekadar pemuas dahaga retorika.
Keberhasilan ini bukti konkret bahwa di balik ketenangannya, Bupati Asgianto bergerak cepat jemput potensi pendapatan terpendam, demi selamatkan dan bangun kembali fondasi ekonomi daerah yang sempat goyah.
Saat dihubungi Kamis (18/6/2026), Kepala DLH PALI, Aryansyah, paparkan proyeksi strategis dampak lingkungan dan kontribusi sektor ini ke Pendapatan Asli Daerah PAD.
“Secara normatif, kami di Dinas Lingkungan Hidup bertugas memastikan setiap jengkal kebijakan kepala daerah dalam pemanfaatan energi tetap berjalan beriringan dengan regulasi kelestarian lingkungan hidup. Langkah Bapak Bupati Asgianto bukan sekadar kejar keuntungan finansial daerah, melainkan manifestasi tanggung jawab jangka panjang seimbangkan pembangunan ekonomi dan perlindungan ekologi,” ujar Aryansyah.
*Proyeksi Dampak Lingkungan: Komitmen Hijau di Sektor Migas*
Fokus proyeksi operasional, Aryansyah tegaskan pengelolaan sumur ini jadi proyek percontohan eksploitasi energi tanpa korbankan alam. DLH kawal ketat seluruh proses agar minimalkan risiko pencemaran dan maksimalkan pemulihan fungsi lingkungan.
“Mengenai proyeksi dampak lingkungan, kami sudah merancang sistem pengawasan yang berlapis. Kita tidak ingin investasi ini menyisakan persoalan lingkungan bagi anak cucu kita. Justru dengan keterlibatan langsung Pemkab PALI, kita memiliki kendali penuh untuk menerapkan standar pengelolaan limbah dan perlindungan ekosistem yang jauh lebih ketat, transparan, dan terukur secara lokal di lapangan.”
*Akselerasi PAD: Potensi Rp80 hingga Rp200 Miliar*
Soal proyeksi PAD, Aryansyah jelaskan sumur minyak ini jadi pilar baru kokoh menopang APBD PALI. Diplomasi ekonomi ini diproyeksikan dongkrak PAD signifikan tanpa bebankan masyarakat.
“Terkait proyeksi PAD, sumur minyak Pertamina ini akan menjadi mesin baru bagi kemandirian fiskal PALI. Potensi pendapatan daerah yang bisa kita amankan berada di kisaran delapan puluh hingga dua ratus miliar rupiah. Pendapatan yang dihasilkan dari pengelolaan mandiri ini sepenuhnya akan dikembalikan ke daerah untuk biayai program kerakyatan, percepat pembangunan infrastruktur tertunda, serta tingkatkan layanan publik yang langsung sentuh urat nadi perekonomian masyarakat bawah.”
*Menepis Badai, Wujudkan Bukti bukan “Omon-Omon”*
Langkah ini kaitkan keberhasilan Pemkab dengan laporan sebelumnya. Saat daerah diguncang badai fiskal berat, Bupati Asgianto tak sembunyi. Di balik senyap, bupati terbang jemput potensi pendapatan luar biasa untuk dibawa pulang.
Kerja keras itu diterjemahkan DLH hingga kontrak sumur minyak resmi disepakati. Menutup wawancara, Aryansyah tekankan pembuktian nyata:
“Ini adalah jawaban konkret atas keraguan publik. Apa yang diperjuangkan Bapak Bupati di Jakarta bersama jajaran adalah kerja nyata yang terencana secara matang, bukan sekadar janji-janji manis atau omon-omon politik di permukaan. Keberhasilan mengamankan kontrak pengelolaan dengan potensi mencapai ratusan miliar rupiah ini menempatkan PALI di titik balik menuju daerah yang mandiri secara energi dan finansial,” ungkapnya.














